Mahasiswa Prodi Sejarah UPGRISBA Pahami Jurnalisme Televisi

  • Bagikan
Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Sumbar, Soesilo Abadi Piliang, Sekretaris Prodi Sejarah, Juliandry Kurniawan, Titin Anggraini, Sub Koordinator Berita TVRI Sumbar bersama mahasiswa usai studi lapangan ke TVRI. (ist)

PADANG

– Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Sumbar (UPGRISBA), baru-baru ini, mengunjungi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sumbar yang berlokasi di Jalan Raya By Pass KM 16 Koto Panjang, Padang.

Di stasiun televisi tersebut, sekelompok mahasiswa Prodi Sejarah yang tengah mengambil mata kuliah pilihan jurnalistik didampingi Dosen Pengampu Mata Kuliah Jurnalistik, Soesilo Abadi Piliang dan Sekretaris Prodi Sejarah, Juliandry Kurniawan, diterima Titin Anggraini, Sub Koordinator Berita TVRI Sumbar.

Dalam kesempatan itu, mereka (mahasiswa) mendapat pencerahan tentang jurnalisme televisi. Ada beberapa unsur penting mendasar dalam kajian jurnalistik televisi; Pertama, news anchor (penyaji berita).

Mereka punya peranan penting dalam menyampaikan informasi, karena berita akan lebih mudah dicerna disampaikan kepada masyarakat.

Cara pembawaan dari seorang news anchor juga mempengaruhi pemirsa. Kedua; Kedua ada narasumber.

Seorang narasumber berita yang baik, kata Titin, harus memiliki informasi yang terpercaya serta memiliki kredibilitas yang baik juga. Hal itu berlaku untuk jurnalistik di semua media massa.

Ketiga, bahasa. Sebagai bagian dari ilmu komunikasi yang tak lepas dari penyampaian informasi, bahasa termasuk unsur yang sangat penting lho dalam jurnalistik. Termasuk juga di bagian jurnalisme televisi.

“Dalam jurnalisme televisi, bahasa yang diterapkan disatupadukan sedemikian rupa untuk menyatukan gambar, kata-kata, dan suara secara sekaligus. Ini dilakukan untuk menghasilkan berita yang bermutu dan dapat dicerna serta diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Karena sasarannya adalah masyarakat luas, bahasa yang digunakan dalam jurnalistik televisi pun menarik, lebih ringan dan sederhana,” jelasnya.

Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi, katanya, TVRi Sumbar sudah memanfaatkan tayangan digital. 70 persen tayangan digital yang disiarkan di TVRI Sumbar merupakan sebuah prestasi, terutama dalam mendukung kebijakan di era siaran digital.

Apalagi kontur wilayah Sumatera Barat yang didominasi oleh perbukitan mampu dijawab oleh TVRI Sumbar dengan 70 persen tayangan digital dan 30 persen masih analog.

TVRI Sumbar memiliki sejumlah program mata acara, antara lain Sumatra Barat Hari Ini, Dendang 15, Pesona Sumbar, Minang Maimbau, Carito Lapau, Dialog Khusus, Bincang Tokoh.

TVRI Sumatera Barat diresmikan sebagai stasiun penyiaran pada 19 April 1997 oleh Menteri Penerangan Harmoko. TVRI Sumatera Barat mengudara secara konsisten akan naik status dari stasiun penyiaran kelas B menjadi kelas A. (soesilo)

  • Bagikan