PADANG PARIAMAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Nagari Balai Baiak Malai III Koto, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman. Melalui program ini, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital serta memperkuat tata kelola usaha sebagai upaya meningkatkan daya saing dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Sebagai dasar penyusunan program, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap 27 UMKM untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi usaha sekaligus mengidentifikasi kebutuhan yang dihadapi pelaku usaha. Hasil pendataan menunjukkan bahwa 81,5 persen UMKM masih mengandalkan pembayaran tunai, sementara 76,2 persen belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Selain itu, pelaku UMKM juga menghadapi berbagai tantangan, seperti terbatasnya jumlah pelanggan, tingginya transaksi secara utang, persaingan harga, serta penurunan penjualan pada periode tertentu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya memerlukan peningkatan pemasaran, tetapi juga membutuhkan pemanfaatan teknologi digital dan tata kelola usaha yang lebih baik. Kemudahan transaksi, kemudahan akses informasi usaha, serta pencatatan keuangan yang tertib menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing UMKM. Atas dasar itu, mahasiswa KKN merancang program pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan selama proses pendataan.
Berdasarkan hasil pendataan, mahasiswa KKN kemudian memberikan pendampingan kepada lima UMKM yang memiliki kebutuhan dan kesiapan untuk mengikuti program, yaitu Toko Nayra Aqila, Yeni Cell, Nazilah Perabot, Rizkya Production, dan Toko Ermaini. Pendampingan yang diberikan meliputi pembuatan _Quick Response Code Indonesian Standard_ (QRIS) sebagai alternatif pembayaran non-tunai, pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps agar usaha lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, serta penyusunan pembukuan keuangan sederhana untuk membantu pelaku UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih tertib.
Melalui pendampingan tersebut, empat UMKM berhasil memiliki QRIS, tiga UMKM terdaftar di Google Maps, dan lima UMKM mulai menerapkan pembukuan keuangan sederhana. Capaian ini menjadi langkah awal dalam memperluas akses pasar, meningkatkan kemudahan transaksi, sekaligus mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional.
Salah seorang pelaku UMKM yang menerima pendampingan, Yeni, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
“Sekarang pembayaran jadi lebih mudah dengan QRIS. Pembukuan sederhana juga membantu saya mencatat keuangan usaha dengan lebih rapi, dan pelanggan lebih mudah menemukan usaha saya karena sudah terdaftar di Google Maps. Program ini sangat membantu. Semoga usaha kami bisa terus berkembang,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pendampingan teknis, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs). Penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi dan pembukuan keuangan sederhana mendukung Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha. Pemanfaatan teknologi digital melalui QRIS dan Google Maps turut mendukung Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan memperluas akses UMKM terhadap ekosistem ekonomi digital. Sementara itu, kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang, Pemerintah Nagari Balai Baiak Malai III Koto, dan pelaku UMKM mencerminkan implementasi Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN UNP diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan usaha yang lebih tertib. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan pelaku UMKM diharapkan terus berlanjut agar upaya pemberdayaan ini mampu memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap peningkatan daya saing UMKM serta pertumbuhan ekonomi masyarakat di Nagari Balai Baiak Malai III Koto.












