Madrasah di Tanah Datar Diminta Melaksanakan Kurikulum Merdeka

Kankemenag H. Syahrul minta MTsN 6 Tanah Datar jadi piloting KM. (yusnaldi)

BATUSANGKAR – Pelaksana pendidikan madrasah di Tanah Datar diminta untuk mempersiapkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka (KM) bagi peserta didiknya.

“Bagaimana pun persoalan ditengah tugas dan tanggungjawab yang cukup komplek, namun aturan untuk memberlakukan KM mesti dilaksanakan di semua tingkatan madrasah,” kata Kankemenag Tanah Datar H. Syarul.

Di Hadapan guru dan pegawai MTsN Tanah Datar, Sabtu (18/6) dalam lokakarya, Syahrul menyatakan tiap tingkat madrasah harus mulai melaksanakan kurikulum merdeka yang bakal dilakukan pada awal semester pada Juli mendatang dimulai untuk kelas 7.

Ia minta kepala sekolah menyiapkan guru dan siswa dan kurikulum terbaru untuk bisa diajarkan hingga nanti bisa menjadi madrasah piloting untuk KM.

Baca Juga  25 SD di Tanah Datar Bakal Digabung

Menurutnya, pelaksanaan KM ini didasari KMA Nomor 347 tahun 20022 tentang harus dipersiapkan jajaran madrasah.

“Sebagai kepala sekolah yang telah diakreditasi dan guru kompetensi, madrasah telah bisa menyikapinya dengan pelaksanaan PBM pada anak,” kata Syahrul.

Ia optimis MTsN 6 bisa melaksanakan KM dengan maksimal, karena sekolah favorit secara strategis berada di jantung kota, dan dipercaya masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

Ia berharap agar madrasah ini menjadi piloting KM tingkat MTs, karena memiliki sumber daya dan dukungan dari masyarakat dan Kankemenag

Sementara, Kepala MTsN 6 Edy Mardafuly menyatakan pihaknya siap melaksanakan KM ini pada tahun ajaran baru nanti. Dimana kurikulum merupakan proses dari hasil evaluasi yang dilakukan kementerian untuk dilaksanakan.

Baca Juga  Data Sementara Korban Galodo dan Banjir; 67 Meninggal, 20 Hilang

“Tentu saja KM adalah inovasi yang dilakukan bagi PBM dan materi pengajaran bagi siswa,” ucapnya.

Dikatakannya, pada lokakarya ini dilakukan upaya persiapan KM bagi guru dengan dan staf administrasi sebanyak 70 orang dimulai kelas 7 sebanyak 290 orang.

Menurutnya, pelasaksaan KM ini merupakan bagian dari peningkatan kualitas madrasah dan daya saingnya.

Sementara, lokakarya selama dua hari itu diikuti guru dan pegawai dihadiri pengawas Hj. Yesi Efrianti dan pengurus komite Nelda Hayati. (ydi)