Madrasah di Ponpes Darul Ulum Nagari Tigo Jangko Gelar Lokakarya

Guru dan pembina Ponpes Darul Ulum Nagari Tigo Jangko bersama pengurus yayasan dan Kankemenag. (ist)

BATUSANGKAR – Madrasah tnasawiyah dan aliyah dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau buo menggelar lokakarya untuk menyusun program pendidikannya.

Lokakarya berlangsung selama tiga hari itu dibuka Kepala Kankemenag H. Syahrul didampingi Kepala MTs Burhanuddin, Kepala MA Jafrizal dan Wakil Ketua Yayasan Syahrul, Selasa (6/7).

Dalam kesempatan demikian, Syahrul meminta pada pimpinan madrasah baik MTs dan MA serta pembina untuk dapat mempertahankan Prokes Covid-19 bagi santri dan gurunya.

Kemudian dalam pelaksanaan PBM tentu diminta majelis guru dan pembimbing asrama untuk selalu serius dan berupaya untuk meningkatkan kualitas dirinya karena akan berdampak bagi madrasah dan Ponpesnya.

Baca Juga  Anak Nagari Koto Tangah Ikuti Pelatihan Membuat Dalamak

“Guru dan pembimbing asrama mesti harus meningkatkan kualitas dibidang studinya, tentu dengan meningkatkan ilmu pengetahuan serta dibidang IT,” ucap Syahrul.

Termasuk, katanya, jika selama dalam proses belajar mengajar terjadi suatu masalah agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan, jangan sampai diketahui orang luar.

Ia juga mendukung rencana yayasan untuk berubah status menjadi masjid, karena sangat bermanfaat bagi santri untuk sarana praktik dakwah.

Lokakarya ini diikuti 53 orang berlangsung hingga 8 Juli dengan pemateri H. Helmi Zuldi, Arius, H. Wardianto dan Masrul Yakin Dt. Paduko Kayo.

Baca Juga  Pemuda Nagari Balai Tangah Gelar Open Turnamen Bola Voli

Menurut Kepala MTs dan MA Darul Ulum Tigo Jangko Lintau Jafrizal mengatakan jumlah santri tingkat MTs 435 orang dengan 14 rombel dan santri tingkat MA 80 orang dengan 3 rombel dengan guru 53 orang, ada 17 orang guru kitab kuning.

Sedangkan, Wakil Ketua Yayasan Syahrul menambahkan dengan lokal belajar berjumlah 17 buah dan asrama 20 kamar. Saat ini, jelasnya, sedang dibangun dua buah asrama putri berkapasitas 50 orang santri. (ydi)