Lima Korban Galodo di Tanjung Bonai Dimakamkan

oleh
Usai menetapkan masa tanggap darurat bencana Lintau Buo Utara, Bupati Irdinansyah Tarmizi berdialog dengan sejumlah pejabat terkait dan para relawan.(humas Pemkab TD)

BATUSANGKAR – Hingga Minggu (14/10), petugas gabungan yang terdiri SAR, BPBD, personel TNI, kepolisian, para relawan, dan masyarakat masih berupaya mencari kemungkinan adanya korban meninggal dunia, yang dihanyutkan arus galodo dan tanah longsor di Kecamatan Lintau Buo Utara.

Sementara itu, lima korban meninggal dunia yang sudah berhasil ditemukan petugas, tiga di antaranya adalah anggota keluarga Steven Efendi (40), yakni istrinya Rani (30) yang dikabarkan juga sedang hamil, dan dua anaknya; Mochammad Steve Efendi (10) dan Anis (2,5). Atas permintaan keluarga, ketiganya dimakamkan dalam satu lokasi.

Sedangkan dua korban meninggal dunia lainnya adalah Erizal Efendi alias Buyuang (55) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek, dan saat kejadian pada Kamis (11/11) pukul 18.30 itu, dia sedang melintas di lokasi bencana galodo. Korban meninggal dunia lainnya yang ditemukan adalah Yernida (56) warga Kabupaten Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan Lintau Buo Utara. Dua korban ini diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Informasi yang diperoleh dari Posko Penanggulangan Bencana setempat, Yernida dikabarkan hanyut terbawa arus galodo bersama suaminya Deswirman (56), yang hingga berita ini diturunkan dinyatakan masih hilang.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Syahril, dalam keterangan persnya menyebut, Bupati Tanah Datar sudah menetapkan status darurat bencana yang melanda kawasan Lintau tersebut selama tujuh hari, terhitung sejak Kamis (11/10), dan dapat diperpanjang apabila kondisi membutuhkan. (mus)

 

Loading...