TEBINGTINGGI BARAT – Seluas lima hektar lahan yang terbakar di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, masih terus dilakukan pendinginan.
Hal itu dilakukan untuk mencegah dan memastikan api tidak hidup kembali.
Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar Nopianto menginformasikan, Rabu (23/7/2025) personil yang terlibat untuk membantu proses pendinginan diantaranya, POLRI sebanyak 38 personil, TNI sebanyak 3 personil, BPBD 10 Personil, MPA Desa Tanjung Peranap 8 Orang dan karyawan PT ITA sebanyak 15 Orang.
Sementara, peralatan yang digunakan antara lain, alat berat Excavator sebanyak 1 Unit, mesin air Ministerek sebanyak 10 unit, mesin robin 1 unit, mesin besar Tohatsu 1 Unit, mesin 9 hp 1 Unit dan selang sepanjang 100 Roll
“Proses pendinginan sudah lebih kurang enam hari. Total lahan yang terbakar lebih kurang seluas 5 hektar yang terdiri dari semak belukar dan vegetasi hutan lainnya,” ungkapnya, Rabu (23/7/2025).
Walaupun saat ini sudah tidak muncul hot spot (titik panas), namun pendinginan akan terus dilakukan oleh tim di lokasi Karhutla.
Bahkan, tambah kapolsek, pihaknya juga menurunkan alat berat escavator untuk pembuatan embung atau kolam tadah hujan.
“Dengan alat berat, kita buat embung di beberapa titik. Sehingga memudahkan kita untuk mendapatkan sumber air untuk proses pendinginan,” ujarnya.
“Titik hotspot saat ini terpantau nihil, namun personil yang melakukan pendinginan masih terus berjibaku di lokasi karhutla guna menjaga agar tidak muncul titik api baru,” tambahnya.
Pewarta: Ahmad Yuliar












