Legenda Timnas Ricky Yacobi Pantau Seleksi Atlet KBO

  • Whatsapp
Ricky Yakobi. (sidomi)

 

PADANG –  Seleksi penerimaan siswa berprestasi di olahraga tahun 2018, Sabtu (5/5) besok mulai digelar UPTD Kebakatan Olahraga (KBO) Sumbar di basecamp-nya Sungai Sapiah, Kota Padang. Tahun ini, seleksi akan dipantau oleh Kemenpora RI yang kabarnya akan mengutus striker legendaris Timnas Indonesia era 1985 hingga 1990, Ricky Yacobi.

Penerimaan siswa yang berprestasi di olahraga itu merupakan agenda tahunan UPTD KBO (dulu PPLP) Sumbar.

Tahun ini, dari 12 cabor yang dibina hanya sembilan cabor yang menerima siswa baru, sedangkan tiga cabor lainnya tidak menerima disebabkan siswa kelas XII belum ada yang menyelesaikan bangku pendidikannya.

“Tahun ini, ada utusan dari Kemenpora RI yang memantau seleksi. Kemenpora kabarnya mengutus Ricky Yacobi untuk di cabor sepakbola,” terang Kepala UPTD KBO, Rafli Efendi kepada di ruang kerjanya, Jumat (4/5).

Dikatakan Rafli Efendi yang saat itu didampingi tiga Kasi yakni Maswar, Kasi Diklat, Erinal Kasi Sarana dan Pra Sarana dan Mulfajri, Kasubag TU di UPTD KBO itu, seleksi dimulai Sabtu (5/5) sampai Selasa (8/5).

Sembilan cabor yang menerima siswa/atlet berprestasi olahraga itu, atletik yang menamatkan lima siswa, sepakbola 11 orang yang tamat, panahan satu orang, sepaktakraw tujuh orang, gulat dua orang, balap sepeda dua siswa, pencak silat dua orang, taekwondo dua orang dan karate juga dua siswa.

Sedangkan, cabor yang belum menamatkan siswa kelas XII adalah senam, judo dan tinju.

“Memang hanya sembilan cabor yang kita seleksi siswa baru itu karena sudah ada yang menamatkan bangku pendidikan di kelas XII. Tiga cabor lainnya siswa belum tamat,” kata Rafli Efendi.

Namun tidak tertutup kemungkinan jumlah siswa yang tamat itu kuota penerimaan bisa bertambah. Pasalnya, bisa jadi hasil evaluasi tim pelatih masing-masing cabor ada atletnya yang tidak menunjukkan grafik peningkatan.

“Jadi, sistem seleksinya nanti selain langsung diseleksi, penerimaan juga ada yang dipantau oleh tim pelatih melalui iven dan pantauan langsung seperti O2SN dan kejurda-kejurda,” tambah Rafli Efendi. (dede)

Pos terkait