PADANG – Menghadapi potensi lonjakan mobilitas Angkutan Lebaran 2026, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, memberikan peringatan serius kepada Pemerintah Kota Padang. Berdasarkan survei pergerakan mudik tahun ini, Sumatera Barat diperkirakan akan kedatangan sekitar 5,36 juta perantau, di mana Kota Padang menjadi titik sentral kunjungan.
Mastilizal Aye menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kebersihan lingkungan harus menjadi prioritas utama guna menyambut jutaan pasang mata yang akan pulang ke ranah minang.
Pria yang akrab disapa Aye ini menaruh perhatian khusus pada kondisi estetika objek wisata pesisir yang diprediksi akan dibanjiri wisatawan. Ia menyoroti sisa-sisa material sampah kayu akibat banjir bandang akhir 2025 yang hingga kini masih menumpuk di beberapa titik strategis. Menurutnya, citra Kota Padang sebagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat akan sangat bergantung pada sejauh mana pemerintah mampu memberikan rasa nyaman dan kebersihan bagi para pengunjung di musim libur Idul Fitri mendatang.
Secara spesifik, Mastilizal Aye menunjuk Pantai Parkit sebagai lokasi yang butuh penanganan segera. Kawasan ini mengalami fenomena unik pascabencana banjir tahun lalu, yakni munculnya daratan baru yang memanjang ke tengah laut. Fenomena bentang alam baru ini rupanya menjadi daya tarik magnetis yang mulai ramai dikunjungi warga. Namun, Aye menyayangkan pemandangan tersebut masih “tercemar” oleh onggokan sampah kayu dan material sisa banjir yang belum tertangani secara maksimal.
“Pantai Parkit banyak dikunjungi warga karena munculnya daratan baru yang memanjang ke tengah laut, ini potensi wisata yang besar. Namun, sampah-sampah kayu di kawasan itu cukup mencoreng pemandangan. Saya meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang untuk segera bergerak membersihkannya sebelum arus mudik memuncak,” tegas Mastilizal Aye saat ditemui pada Selasa (10/3/2026). Ia menekankan bahwa kecepatan respon DLH sangat dinanti agar momentum Lebaran tidak terganggu oleh persoalan sampah.
Lebih lanjut, Aye menilai bahwa kebersihan kawasan pantai bukan sekadar urusan estetika, melainkan juga bagian dari pelayanan publik bagi warga kota dan pemudik. Destinasi populer seperti Pantai Air Manis dan Pantai Padang selama ini merupakan urat nadi ekonomi kreatif masyarakat saat libur panjang. Jika kawasan pesisir dibiarkan kotor, hal itu dikhawatirkan akan menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung kembali di masa depan, yang tentu merugikan bagi pendapatan asli daerah.
Legislator dari Fraksi Gerindra ini mengingatkan bahwa dengan estimasi 5,36 juta orang yang masuk ke Sumbar, beban fasilitas publik di Kota Padang akan meningkat berkali lipat. Oleh karena itu, penataan dan pembersihan kawasan pesisir harus dilakukan secara intensif dalam waktu dekat. Mastilizal Aye berharap koordinasi lintas sektoral antara DLH, Dinas Pariwisata, dan masyarakat setempat bisa berjalan padu demi menciptakan wajah kota yang bersih, rapi, dan berkesan bagi para perantau.
Mastilizal Aye berkomitmen untuk terus mengawasi persiapan teknis menjelang Lebaran 2026 di lapangan. Ia berharap seluruh spot wisata, mulai dari pesisir utara hingga selatan kota, sudah dalam kondisi prima sebelum hari raya tiba. “Kita ingin perantau pulang dengan rasa bangga melihat kemajuan dan kebersihan kotanya. Mari kita sambut Idul Fitri dengan lingkungan yang asri dan bebas dari sampah,” pungkas Aye. (mbg)












