Lama Tak Beroperasi Stasiun Naras-Pariaman Kembali Beroperasi

oleh -551 views
Dirjen Perkereaapian Kemenhub, Zulkifri, menjelaskan tentang Stasiun Naras kepada Menhub RI, Budi Karya Sumadi, sesaat sebelum diresmikannya stasiun tersebut di Padang, Jumat (22/3). Humas Pemprov

 

PADANG-Setelah 21 tahun tak berfungsi Stasiun Kereta Api Naras di Kota Pariaman, kembali beroperasi Jumat (22/3). Peresmian dan pengoperasian kembali stasiun yang dibangun sekitar tahun 1930 an itu dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Budi mengatakan dengan diaktifkannya kembali jalur Kereta Api Naras Pariaman diharapkan dapat mengembangkan potensi pariwisata di kota Tabuik tersebut.

“Pariaman-Naras terhubung, ini berkat kerja kerjasama kementerian perhubungan, pemda provinsi dan kota. Pak Presiden selalu menganjurkan pada saya, agar wisata itu menjadi andalan bagi semua provinsi di Indonesia. Mengingat potensi wisata tidak akan habis-habisnya, karena itu kami melakukan secara sistimatis melakukan itu,” katanya usai peresmian Kereta Api Naras.

Sebelumnya sebut Budi, kementerian perhubungan membangun Bandara Internasional Minangkabau, kereta bandara nomor 3 setelah Jakarta dan Medan. Sekarang jalur Ketera Api Pariaman-Naras. Setelah ini akan dibangun lagi jalur kereta dari Padang ke Bukittinggi.

“Hal ini menandakan pemerintah pusat konsisten agar pariwisata di Sumbar dikembangkan jadi produk unggulan yang tidak akan habis-habisnya. Karena itu saya mengajak Pak Gubernur, Pak Walikota dan semua masyarakat Sumbar, untuk meningkatkan kearifan lokal, keindahan alam, kelezatan makanan Minang, untuk mempromosikan daerah,” ujarnya.

Dengan tiga unsur tadi pasti pariwisata Sumbar, bisa menjadi salah satu produk unggul di Indonesia.
Dikatakan Budi, di tingkat nasional saat ini, potensi pariwisata nomor urut dua, kadang-kadang nomor satu mengalahkan gas dan minyak. Apalagi Sumbar dengan alam indah, makanan lezat dan masyarakat yang ramah.

“Marilah kemas pariwisata menjadi lebih baik dari sebelumnya,” ajak Budi.

Menurutnya, potensi Sumbar dalam mengelola pariwisata sangat besar, dimana hubungan kekerabatan antara Malaysia, Negeri Sembilan sangat erat. Jadi pariwasata Sumbar menjadi unggulan di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Sebagaimana dikutip situsbudaya.id, stasiun Kereta Naras merupakan salah satu stasiun yang berada di jalur Pariaman-Sungai Limau. Terakhir dipergunakan tahun 1998.

Stasiun Kereta Api Naras terdiri dari 3 bangunan yaitu depo, stasiun dan gudang. Bangunan utama stasiun Kereta Api Naras berada ditengah-tengah antara kedua bangunan pendukung lainnya. Bangunan utama stasiun memiliki ukuran 20 x 8 meter

Kini setelah diresmikannya Stasiun Naras ini, layanan Kereta Api Sibinuang diperpanjang. Mulanya, operasional Kereta Sibinuang hanya melayani masyarakat dengan lintas Padang-Pariaman.
Saat ini, guna mengakomodir kebutuhan masyarakat, layanan operasional Kereta Sibinuang diperpanjang menjadi Padang-Pariaman-Naras.

Setelah mendapatkan beberapa perbaikan di berbagai sektor, Stasiun Naras kini tampil lebih baru. Terdapat toilet difabel untuk penyandang disabilitas, serta ruang menyusui.

Direktur Jendera Perkeretaapian Kemenhub, Zukfikri, mengatakan pembangunan jalur Kereta Api Pariaman ke Stasiun Naras memakan anggar sebesar Rp52 miliar. Dananya berasal dari APBN.

“Dana sebesar itu untuk penggantian rel, bantalan rel, peningkatan persyinalan, pembangunan jembatan dan pembangunan stasiun,” terangnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Walikota Pariaman, Genius Umar, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah membangunan berbagai infrastruktur di daerah ini. Turut hadir pada peresmian status ketera Naras dan jalur kereta api Pariaman- Naras serta pengoperasian pelayanan KA terintegrasi di Sumbar, Anggota DPR RI, Alek Indra Lukman, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofriadi dan jajaran terkait lainnya. 107/104

 

Loading...