Labor FK Unand Kesulitan Anggaran tes SWAB/PCR, Gubernur Diminta Lebih Cepat Tanggap

  • Bagikan

Padang –  Ketua Fraksi Gerindra, Hidayat menyesali adanya keadaan sulit yang dihadapi laboratorium Fakultas Kedokteran(FK) Universitas Andalas terkait penanganan Covid-19. Labor itu kekurangan anggaran untuk tes SWAB/PCR. Dia menilai seharusnya keadaan tersebut tidak terjadi jika gubernur lebih cepat tanggap dan responsif.

Bahkan di laboratorium itu ditempelkan pengumuman yang mengimbau adanya donasi untuk setiap pengambilan tes SWAB/PCR karena belum adanya bantuan anggaran dari Pemprov Sumbar. Donasi bersifat sukarela, tak memaksa dan tak ada ketentuan jumlahnya.

Tertulis pada pengumuman yang ditempel di labor tersebut : ‘Mengingat belum adanya pendanaan dari Pemrov Sumbar, maka kami mohon donasi untuk setiap pengambilan swab yang dilakukan di FK Unand untuk biaya consumables. Donasi tidak memaksa dan tidak ada ketentuan jumlah. Terima kasih.’

“Keadaan ini sangat miris sekali. Anggaran kita di Sumbar itu ada. Puncak kendali ada di gubernur, jika gubernur minta refocusing atau realokasi anggaran untuk membantu laboratorium Unand atau anggaran apapun terkait penanganan covid, kita di DPRD tentu akan cepat menyambut,” ujarnya.

Hidayat menilai keadaan yang dihadapi laboratorium FK Unand ini sebagai salah satu bukti gubernur kurang cepat tanggap, kurang responsif.

“Seharusnya gerak cepat, responsif, ini keadaan pandemi lo. Padang saja belum juga lepas dari status level 4,” tegasnya.

Dia berharap gubernur menyadari bahwa jabatan gubernur adalah eksekutif. Artinya adalah eksekutor.

“Gubernur itu tugasnya bukan mengimbau-imbau, tapi bergerak, bikin kebijakan, bikin gerakan. OPD adalah barisan yang membantu eksekutor ini,” ujarnya.

Keadaan yang dihadapi Labora FK Unand menurut Hidayat barulah sampai ke DPRD setelah tersebar di publik melalui jejaring sosial dan whatssap.

“Tentulah keadaan ini sudah lebih dulu diketahui OPD dan juga pemprov. Ini yang harusnya cepat diberikan solusi, cepat ditanggapi,” ujarnya.

Menurut Hidayat, bukan hanya dirinya saja yang menyesali keadaan ini, namun juga dr. Andani yang selama ini sangat terlihat sepak terjangnya dalam penanganan Covid-19 hingga ditarik ke pemerintah pusat.

“Kita (Sumbar) pernah dinilai memiliki penanganan Covid-19 yang baik. Bahkan laboratorium Unand mendapatkan pujian dari pemerintah pusat karena mampu cepat melalukan tes dan dilakukan dalam jumlah banyak pula. Kita jangan sia-siakan,” ujarnya.

Hidayat mengatakan tes SWAB/PCR merupakan salah satu tahap penting dalam pengendalian covid. Jika tahap ini lumpuh, maka pengendalian covid juga akan terhambat.

“Sebagai anggota dewan, saya mohon gubernur untuk fokus saja dulu pada penanganan covid 19 ini. Fokus pada pandemi ini. Fokus saja pada ini dulu. Keadaan masih tidak kondusif karena pandemi ini,” ujarnya.

Terkait anggaran, Hidayat, tak ada halangan untuk gubernur fokus melakukan penanganannya. Dia menjelaskan sesuai peraturan menteri keuangan (Permenkeu) Nomor 17 tahun 2021 tentang pengelolaan dana transfer daerah 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya, berlaku efektif 16 Februari 2021. (titi)

  • Bagikan