Payakumbuh – Pelaksanaa pacuan kuda yang melibatkan kuda-kuda dari luar negeri di masa mendatang berpotensi bisa digelar di Kota Payakumbuh, kalau beberapa aspek bisa dipenuhi kota itu. Salah satunya adalah karantina bagi kuda yang berasala dari luar negeri. Karena hal itu masuk dalam program yang akan diusung oleh SARGA.CO, sebagai promotor kegiatan lomba pacu kuda dan hiburan nasional.
Apalagi dipelaksanaan tahun kedua alek pacuan kuda yang di gelar SARGA.CO ini juga melibatkan NEP Middle East and Asia untuk konten-konten yang tayangan berbahasa Inggris. Dan langkah ini merupakan awal dari berbagai program manca negara yang telah direncakan SARGA.CO kedepannya. Bahkan Kota Payakumbuh menjadi salah satu daerah di luar pulau Jawa yang akan menjadi kalender tetap pelaksanaan pacuan kuda ini.
Direktur Komersial SARGA.CO Diana Airin, bersama VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan, kepada wartawan, Minggu (23/8), mengatakan hal itu, usai menggelar press confrence. Menurut mereka, SARGA.CO sebagai promotor kegiatan lomba pacu kuda dan hiburan nasional, sukses menggelar lomba pacuan kuda bertajuk Indonesia’s Horse Racing (IHR) Merdeka Cup 2026 di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.
“Tidak hanya melibatkan media lokal, IHR juga disiarkan secara langsung ke beberapa negara dengan tayangan berbahasa Inggris hasil kerjasama dengan media Internasional. Ini kali kedua SARGA hadir di Payakumbuh. Dengan highlight kemerdekaan, kami siarkan secara internasional kerjasama NEP Middle East and Asia dalam bahasa Inggris,” ujar Kevin Jonathan.
Dikatakan, sebanyak 78 kuda terbaik dari sembilan daerah di Sumbar, Aceh, Jakarta dan Jawa Barat ambil bagian memperebutkan total hadiah Rp 450 juta. Mereka berharap implemetasi baru IHR dalam siaran berbahasa Inggris, mampu menjangkau penonton dari luar negeri untuk memperkenalkan pacu kuda yang sudah menjadi tradisi di Indonesia khususnya Sumbar. “Ada 15 kelas perlombaan, nuansa merah putih sengaja dihadirkan di momen kemerdekaan. Kami juga hadirkan kelas penonton yang secara ekslusif dengan pengalaman berbeda melihat langsung persiapan joki serta dekat dengan garis start finish,” kata Kevin.
Sebelumnya, Ketua Pordasi Sumbar Deri Asta, mengungkapkan, di Sumbar ada delapan lapangan pacuan kuda yang enam antaranya telah ada sebelum jaman kemerdekaan. Ia juga mengatakan, Sumbar menjadi salah satu daerah pelopor lahirnya Pordasi, lomba pacu kuda tidak saja melibatkan pengusaha namun juga seluruh lapisan masyarakat.
“Ini membuktikan pacuan kuda sudah mendarah daging di Sumbar, kegiatan lomba pacu kuda ini disebut sebagai Alek Nagari. Tradisi ini kami gabungkan secara profesional dengan SARGA hingga kini sudah naik kelas. Dengan berkembangnya iven ini, diharapkan juga menular ke generasi muda, ada pergeseran pacu tradisional hingga dikenal luas secara global,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Komersial SARGA.CO Diana Airin, menambahkan untuk 2026, SARGA telah menggelar enam lomba pacu kuda profesional dan Payakumbuh menjadi satu-satunya yang diselenggarakan di luar Pulau Jawa. “Kehadiran kembali IHR di Payakumbuh merupakan bagian dari komitmen kami untuk mengembangkan pacuan kuda tidak hanya sebagai olahraga kompetisi, tetapi juga sebagai warisan budaya dan sportainment yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya. (207)












