KUD Tiku Lima Jorong Agam Dapat Rp. 8 Milyar Dari BPDPKS

  • Whatsapp

LUBUKBASUNG – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Sumbar mengucurkan bantuan sebanyak Rp.8 kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.
Dana sebanyak itu digunakan untuk peremajaan tanaman kelapa sawit seluas 320 hektare milik KUD tersebut.

Ketua KUD Tiku Lima Jorong, Abdul Muis Datuak Bandaro didampingi Humas KUD Tiku Lima Jorong, Agusmardi Sidi Bandaro di Lubukbasung, Kamis kemaren mengatakan, dana itu segera dimanfaatkan untuk penanaman ulang atau peremajaan sawit.

BACA JUGA

“Penanaman itu telah kita lakukan di lahan seluas 320 hektare dan satu hektare dengan dana Rp30 juta,” katanya saat penanaman perdana kelapa sawit program peremajaan kelapa sawit perkebunan KUD Tiku Lima Jorong.

Dia menambahkan, luas lahan kelapa sawit milik KUD Tiku Lima Jorong yang akan diremajakan adalah seluas 1.000 dari 3.000 hektare.

Sekarang telah mendapatkan program peremajaa seluas 320 hektar dan pada 2021 mengajukan peremajaan seluas 360 hektare dengan dana Rp10,8 miliar.

Selanjutnya kata Abdul Muis , pihaknya akan mengusulkan peremajaan untuk 320 hektare pada 2022.

“Kita berharap usulan itu direalisasi nantinya, sehingga bermanfaat bagi anggota kelompok,” katanya.

Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri menambahkan peremajaan kelapa sawit di daerah itu telah dimulai semenjak 2018 dengan target usulan seluas 2.830 hektare.

Namun pada tahun pertama baru dapat melaksanakan sosialisasi program peremajaan kelapa sawit perkebunan ke KUD dan kelompok tani.

Pada 2019, Agam dapat target 2.440 hektare, namun dengan berbagai kendala, maka hanya mengusulkan 440 hektare.

“Pada 2020 dan 2021 kita mendapat target seluas 1.000 hektare,” katanya.

Dengan adanya peremajaan itu ada harapan dan pengalaman yang akan diperoleh dalam meningkatkan ekonomi anggota.

Untuk itu, bupati berharap anggota kelompok agar menanam tanaman padi, buah-buahan dan sayur-sayuran di sekitar lahan.

“Hasil kelapa sawit bisa digunakan untuk biaya pendidikan anak, membangun rumah dan naik haji. Sedangkan tanaman lainnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Syafrizal mengatakan program peremajaan sawit rakyat itu sudah berjalan selama tiga tahun dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Sumbar.

Sedangkan sasara program ini kelapa sawit rakyat yang telah berusia lebih 25 tahun atau berumur delapan tahun atau lebih dengan produktivitas kurang dari 10 ton per hektare setiap tahun dan kelapa sawit yang menggunakan benih tidak bersertifikat.

“Kami berharap penanaman perdana kelapa sawit di KUD Tiku Lima Jorong ini menjadi motivasi bagi perkebunan untuk lebih giat berusaha tani dengan menerapkan teknologi pertanian sawit yang berkualitas ” katanya. (M.Khudri)

BERITA TERKAIT