Kota Solok Batal Jadi Tuan Rumah

oleh
Suasana rapat persiapan MTQ Sumbar di kantor gubernur. Ist

 

PADANG-Merasa tidak sanggup melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi ke 38 pada Maret 2019, Kota Solok batal jadi tuan rumah.  Penggantinya, Kota Padang siap melaksanakan kegiatan dua tahunan tersebut.

Percepatan pelaksanaan MTQ tingkat provinsi itu dilakukan atas kebijakan Pemprov Sumbar dalam menghadapi tuan rumah MTQ tingkat nasional 2020. Sumbar bertekad meraih prestasi maksimal, lima besar. Untuk itu diperlukan persiapan lebih matang bagi qori-qoriah.

Sementara, untuk mendapatkan qori-qoriah itu proses seleksinya dilakukan dari pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten/kota. Dengan itu, diperlukan waktu yang panjang untuk menciptakan qori-qoriah lebih matang.

“Kota Solok tidak bisa menyanggupi pelaksanaan MTQ pada Maret. Mereka bisanya di pertengahan atau akhir tahun. Untuk itu kami pilih Kota Padang menjadi tuan rumah, dan Pemko Padang pun menyanggupinya,” kata Gubernur Irwan Prayitno, usai Rapat Percepatan Pelaksanaan MTQ,  di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (30/11).

Dikatakan, percepat MTQ tingkat provinsi, agar hasil yang diperoleh saat pelaksanaan MTQ Nasional sesuai dengan target yang diharapkan. Karena pada MTQ sebelumnya, Sumbar hanya mampu meraih peringkat ke-14. Jauh merosot jika dibandingkan pada MTQ Nasional 2016, yang mampu meraih posisi ke 7.

Untuk itu, jika pelaksanaan MTQ tingkat provinsi 2019 bisa lebih cepat diselesaikan, maka kata gubernur pembinaan qori dan qoriah pun akan lebih maksimal. Masih ada rentang waktu sekitar satu tahun untuk melakukan pembinaan dan pematangan.

“Target kita di MTQ 2020 yakni bisa masuk lima besar. Mudah-mudahan bisa terwujud,” kata Irwan.

Gubernur meyakini untuk pemindahan tuan rumah pelaksana pun tidak akan berpengaruh kepada berkurangnya kesuksesnya penyelenggara MTQ tingkat provinsi. Karena kabupaten/kota peserta juga harus sudah siap.

“Saya menilai untuk sarana prasana di Kota Padang sudah lengkap dan banyak alternatif. Ada berbagai masjid besar seperti Masjid Raya Sumbar, Masjid Al Azhar UNP, Masjid Baiturahmah, dan Masjid di UPI yang bisa dijadikan tempat penyelenggaraan. Tinggal kita memikirkan anggaran untuk pembukaan dan penutupan,” tuturnya.

Irwan meminta agar semua pihak yang terlibat dapat mendukung penuh, sehingga MTQ tingkat provinsi dapat berjalan dengan lancar.

“Untuk MTQ Nasional pembukaannya akan dilaksanakan di Mainstadion Padangpariaman,” ucapnya.

Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar, diwakili Kepala Bagian Bina Mental, Karimis mengatakan pada rapat tersebut masih berkembang dinamika agar pelaksanaan MTQ dapat digeser lebih lama. Karena juga terkait dengan persiapan kafilah masing-masing kabupaten/kota.

“Sekarang masih berkembang, kalau dilaksanakan terlalu lama agenda persiapan kita juga terganggu. Terkait dengan masih berkembangnya persiapan itu akan kita laporkan pada gubernur,”ujarnya.(104)

Loading...