Kota Padang Batal Tuan Rumah Penas Tani, Ini Alasannya

  • Whatsapp
Penyuluh Pertanian Banuhampu, Agam, Suswati, meninjau kebun cabai merah  dalam rangka persiapan menyambut Ramadhan 1439 H/2018.(lukman)

PADANG-Kota Padang batal menjadi tuan rumah Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) XVI yang rencananya diselenggarakan pada 20-25 Juni 2020. Lokasi tuan rumah dialihkan ke Padang Pariaman.

Batalnya Kota Padang setelah adanya surat dari Gubernur Irwan Prayitno untuk pencabutan surat penununjukan Kota Padang sebagai tuan rumah Penas Tani Nelayan. Surat gubernur tersebut dikeluarkan tertanggal 3 Desember 2019.

Baca Juga

“Surat itu dikeluarkan menindaklanjuti surat dari Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian selaku penanggungjawab Penas Tani Nelayan,”sebut Gubernur Irwan Prayitno, kemarin.

Dikatakannya, kenapa dipindahkan dari Kota Padang ke Padang Pariaman, alasannya ada pada panitia penyelenggara Penas Tani Nelayan Pusat. Karena yang melakukan survey lapangan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut adalah panitia pusat.

“Kepindahan itu diputuskan panitia pusat,”ujarnya.

Sebelumnya, Panitia Penyelenggara Penas Tani Nelayan 2020 menyurati Gubernur Sumbar tertanggal 2 Desember 2019. Perihal rekondisi lokasi.

Dalam surat itu menjelaskan Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian telah mengikuti rapat persiapan di Padang pada 9 September 2019. Dari rapat itu Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian berkesimpulan, belum ada hasil yang optimal terkait persiapan penyelenggaraan Penas Tani dan Nelayan.

Kemudian, dilakukan rapat terbatas di ruang oval Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian 2 Desember 2019. Rapat dipimpin Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat, Winarno dan Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian.

Dalam kesempatan itu, juga hadir Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Selain itu juga Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar. Hasilnya merekomendasikan lokasi Penas Tani dan Nelayan XVI 2020 dialihkan ke Padang Pariaman.

Meski ikut hadir dengan Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Nasrul Abit enggan membeberkan alasanya batalnya Kota Padang menjadi tuan rumah Penas Tani.

“Kalau itu baiknya pak Gubernur saja yang menjelaskan,”sebut Nasrul Abit.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Candra dihubungi wartawan sempat membeberkan alasan batalnya Kota Padang menjadi tuan rumah. Persoalan utama adalah, lahan yang diperuntukan Kota Padang untuk lokasi Penas Tani bermasalah.

Di lahan yang disediakan Kota Padang sedang dalam sengketa. Sehingga masyarakat petani tidak siap untuk menerima kegiatan itu.

Sebelumnya, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah sempat menggadang-gadangkan Kota Padang siap menjadi tuan rumah Penas Tani Nelayan ke XVI 2020. Bahkan, Kota Padang sudah menyiapkan rumah-rumah penduduk untuk menerima tamu peserta Penas Tani.

Optimisme Mahyeldi itu disampaikan pada penandatangan Kesepakan Bersama antara Pemprov Sumbar dengan Pemerintah Kota Padang tentang pelaksanaan PENAS Tani Nelayan XVI Tahun 2020, yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Wali Kota Padang Mahyeldi pada acara Rembug Madya KTNA tersebut, Februari 2017.

Dijelaskan Mahyeldi, sebagai Ibu Kota Sumatera Barat, Kota Padang memiliki sektor pendukung, baik sarana maupun prasana dalam pelaksanaan iven nasional dan internasional.

“Jumlah kamar hotel kita ada sekitar 3000 (tiga ribu) kamar, jarak dari Bandara Internasional Minangkabau yang begitu dekat ke lokasi acara, serta sarana transportasi yang lengkap dan lancar, “ ujar Mahyeldi.

Seperti diketahui, Penas Tani Nelayan merupakan forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar-menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama antara petani nelayan dan petani hutan, peneliti, penyuluh, pihak swasta dan pemerintah. Sehingga dapat membangkitkan semangat, tanggungjawab serta kemandirian sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Bahkan untuk pelaksanaan kegiatan yang bisa dihadiri 30 ribu peserta ini, Pemprov Sumbar sudah mengalokasikan anggaran Rp20 miliar pada APBD 2020.

Spanduk Lokasi

Pantauan Singgalang di sepanjang lahan masyarakat di Aie Pacah dan Air Paku, Kelurahan Sungai Sapih terpampang sejumlah spanduk yang bertuliskan, lahan ini lokasi Penas Tani Nelayan 2020.

Spanduk itu nampak terpampang pada sejumlah lahan masyarakat. Selain itu, sejumlah ruas jalan di pemukiman warga juga sudah diaspal.

Dilain pihak, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar juga memburu penyelesaikan pembangunan normalisasi Batang Luruh untuk mendukung kegiatan Penas Tani Nelayan 2020. 104

Berita Terkait