Korban Perampokan Modus Travel Padang-Solok, Kasmiwarni Masih Trauma

  • Whatsapp
www.tribunnews.com

Padang – Kepala Puskesmas Kayu Jao, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) Kasmiwarni (49) yang menjadi korban perampokan bermodus travel, Rabu (13/1)  masih trauma.

Dari informasi yang didapatkan Singgalang, seperti biasa Kasmiwarni bolak balik Padang-Solok. Ia biasa naik travel atau bus penumpang. Pagi Rabu itu, tanpa curiga ia naik minibus Avanza warna hitam metalik.

“Di atas minibus ini sudah ada empat penumpang,” jelas Kasmiwarni menjelaskan.

Di samping supir duduk seorang wanita berpakaian gamis, sementara di belakang ada dua penumpang lainnya. Mereka tampil bak pegawai kantoran.

Baru beberapa menit mobil berjalan arah ke Solok, tepatnya sampai di Indarung, sang supir memutar arah, kembali ke bypass Padang dengan berbagai dalih.

“Mata saya ditutup saat memutar arah tersebut, sehingga tidak jelas di mana posisi saat itu,” tutur Kasmiwarni, seperti dituturkan kepada temannya yang menemuinya di Puskesmas Lubuk Buaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Maryeti Marwazi mengakui kasus perampokan tersebut.

“Kasmiwarni memang bertugas sebagai Kepala TU dan Plt Kepala Puskesmas Kayu Jao. Biasanya sering naik mobil travel kalau berangkat kerja karena berdomisili di Padang. Ia menjadi korban perampokan,” kata Maryeti.

“Ternyata mobil travel yang ditumpangi Kasmiwarni saat itu merupakan mobil komplotan perampok yang bermodus mobil travel Padang-Solok,” jelas maryeti Marwazi.

Selama disekap para perampok di atas minibus tersebut, Kasmiwarni dipaksa untuk memberikan nomor pin ATM-nya. Namun Kasmiwarni menyebut PIN dengan salah, sehingga ia dipukul oleh komplotan ini.

Setiap kali salah menyebut PIN, muka Kasmiwarni ditonjok, sehingga menimbulkan luka lebam di pipinya. Karena selalu salah menyebutkan PIN ATM, akhirnya ATMnya terblokir. Perampok gagal menguras uang yang ada di rekening Kasmiwarni.

Kasmiwarni dipaksa menyerahkan perhiasan yang dipakainya dan uang yang ada didompetnya. Perampok berhasil mengambil perhiasan emas, telepon genggam, uang tunai Rp 1,5 juta.

Gagal menguras uang dari ATM, Kasmiwarni diturunkan di pinggir jalan di daerah Limbah Karet, Koto Tangah Padang. Ia ditolong warga ke Puskesmas Lubuk Buaya, dan selanjutnya melaporkan peristiwa perampokan itu ke Polsek setempat.

“Saat ini Kasmiwarni dirawat di rumah. Namun masih trauma atas kejadian yang menimpanya,” kata Kadis Kesehatan. (504)

BERITA TERKAIT