Korban Diterkam Buaya di Kanal PT BPP Pasbar Ditemukan Meninggal, Tim SAR Gunakan Drone Thermal dan Aqua Eyes

ilustrasi.(net)

PASAMAN BARAT – Setelah pencarian intensif selama lebih dari 24 jam, Tim SAR Gabungan yang dikoordinir oleh Pos SAR Pasaman akhirnya menemukan jasad korban serangan buaya di kanal PT BPP Bakrie, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Kepala Kantor Basarnas Padang, Abdul Malik, S.Sos, membenarkan penemuan korban atas nama Depi (45).

Jasad korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/5) pukul 11.47 WIB, sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian.

“Korban ditemukan setelah pencarian dilakukan secara menyeluruh. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke Puskesmas Ujung Gading untuk proses identifikasi lebih lanjut,” ujar Abdul Malik.

Baca Juga  Lama Diincar Tim BKSDA, Penjual Hewan Dilindungi Asal Pasaman Dikandangkan

Operasi pencarian melibatkan tiga tim utama: satu tim menggunakan perahu karet menyusuri kanal, tim kedua menyisir sepanjang tepi sungai, dan tim ketiga melakukan pemantauan udara menggunakan drone thermal.

Selain itu, alat canggih Aqua Eyes milik Basarnas Padang turut digunakan untuk mendeteksi keberadaan korban di bawah permukaan air.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Pasaman Barat, Polsek Lembah Melintang, Koramil Ujung Gading, Pos AL Air Bangis, Local Hero Rescue, dan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Pasaman Janjikan Pemulihan Fasilitas Umum yang Rusak

Sebelumnya, pada Selasa (13/5) sekitar pukul 11.00 WIB, Depi dilaporkan diterkam buaya saat mencoba menyeberangi kanal bersama rekannya dengan cara berenang.

Saat berada di tengah kanal, buaya tiba-tiba muncul dan menyeret korban. Meski sempat berusaha diselamatkan oleh rekannya, Depi tidak berhasil ditarik ke tepi.

Informasi kejadian diterima Kantor SAR Padang pada pukul 12.50 WIB. Pos SAR Pasaman segera menerjunkan tim ke lokasi untuk memulai operasi pencarian.(*)