Padang  

Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis: Banyak Literasi di Padang Bisa Jadi Konten Kreatif

Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis saat menyambangi kediaman Walikota Padang bersama sejumlah komisioner disambut Asisten II dan III Serdako Padang.

PADANG – Setelah melakukan kunjungan kerja ke Pariaman, Agam, Padang Panjang dan Bukittinggi, rombongan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melakukan kunjungan ke Pemko Padang, Jumat (5/8).

Rombongan KPI Pusat yang dipimpin Komisioner Bidang Kelembagaan Yuliandre Darwis itu disambut Asisten II Ekbang dan Kesra Didi Haryadi, dan Asisten III Administrasi Umum Corry Saidan di Palanta Rumah Dinas Wallikota Padang, Jl A Yani Padang.

Walikota Padang yang diwakili Corry Saidan menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan KPI Pusat ke Pemko Padang, dan berharap ke depan bisa terjalin kerjasama dengan KPI, khususnya dengan KPID Sumbar, dalam hal penyiaran program dan kegiatan yang ada di Pemko Padang.

“Pemko Padang saat ini sedang gencar-gencarnya menggalakkan ekonomi kreatif dan UMKM (Usaha Kecil Mikro dan Menengah), sehingganya perlu kolaborasi, harmonisasi serta koordinasi dengan stakeholder lembaga penyiaran maupun dengan KPID Sumbar agar hasilnya bisa maksimal,” ujar Corry.

Ke depan, sebut Corry, banyak kegiatan yang berskala nasional yang akan dipusatkan di Kota Padang, di antaranya adalah Penas Tani pada tahun 2023 mendatang.

“Banyak promosi yang bisa dibantu, dan ini butuh peran serta lembaga penyiaran agar kegiatan tersebut sukses hendaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Yuliandre Darwis menyampaikan bahwa potensi Kota Padang dalam sektor ekonomi kreatif itu sangat tinggi.

“Ekonomi kreatif itu salah satunya adalah industri penyiaran. Dan di Kota Padang banyak literasi-literasi yang bisa dijadikan konten untuk konsumsi nasional, bahkan internasional. Sebutlah literasi mengenai Malin Kundang, Siti Nurbaya, dan lainnya,” sebut Uda Andre, begitu sapaan akrab putra Minang yang pernah menjadi Ketua KPI Pusat ini.

Lanjut Yuliandre, bukan semata literasi, keindahan alam seperti Pantai Padang, dan destinasi wisata lainnya, serta beragam kuliner yang ada, merupakan bahan yang melimpah yang bisa dijadikan konten, sebagai promosi daerah.

Yuliandre mencontohkan di Korea Selatan, dimana kreativitas, atau konten kreatif bisa meningkatkan perekonomian suatu daerah atau negara.

“Dari satu boyband BTS dari Korea Selatan itu saja bisa menghasilkan 76 triliun,” tukas Yuliandre, yang saat ini juga menjabat Penasehat/Advisor Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno.

Fenomena yang terjadi di Korsel itu, kata Yuliandre lagi, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Padang. Menurutnya, Pemko Padang harus bisa memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas dalam mengangkat kearifan lokal, dengan mengaitkannya ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah), seperti Diskominfo, Dinas Pariwisata, dan lainnya.

Mengenai penyiaran di Sumbar, Yuliandre mendukung adanya peraturan daerah (Perda) tentang Penyiaran yang menjadi regulasi bagi dunia penyiaran dengan berlandaskan kearifan lokal yang ada di Sumbar.

Kemudian, kata Yuliandre, KPI dalam rekrutmen komisioner di daerah dilakukan secara desentralisasi, DPRD provinsi setempat yang memilih. “Beda dengan lembaga lain seperti KPU, Bawaslu dan lainnya, yang dipilih oleh pusat,” tukas Yuliandre.

Pada kesempatan acara silaturahmi itu hadir juga Komisioner KPI Pusat lainnya, Nuning Rodiyah dan Hardly Stefano Fenolon Pariela serta Sekretaris KPI Pusat Umri, dan 40 orang staf KPI Pusat. Kemudian Ketua KPID Sumbar Dasrul, beserta komisioner lainnya; Ficky Tri Saputra, Robert Cenedy dan Rahmadi Sutrisno. (Benk)