Koleksi 290 Medali, Padang Pariaman Kunci Tiga Besar Porprov XVI Sumbar

PARIK MALINTANG – Menjelang detik-detik penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026, tuan rumah memberi kejutan. Kabupaten Padang Pariaman memastikan diri bertengger di posisi tiga besar klasemen sementara perolehan medali.

Hingga Selasa (13/10) pukul 23.00 WIB, kontingen berjuluk Piaman Laweyan itu telah mengoleksi 290 medali dengan rincian 80 emas, 89 perak, dan 121 perunggu. Capaian ini menempatkan Padang Pariaman hanya di bawah kekuatan tradisional, Kota Padang dan Kota Solok.

Padahal, Porprov XVI baru akan resmi ditutup sore ini, Rabu (14/10) di Stadion Utama Sumbar, Sikabu, Lubuak Aluang.

Ketua Umum KONI Kabupaten Padang Pariaman, Asmadi, menegaskan perolehan tersebut masih belum final. Sejumlah cabang olahraga masih akan bertanding di hari terakhir.

Baca Juga  Estafet 4 x 400 Meter Putra Sumbang Emas Ketujuh Atletik Kota Solok di Porprov XVI

“Ini baru daftar perolehan medali sementara. Hari ini masih ada beberapa pertandingan yang akan berlangsung,” ujarnya.

Menurut Asmadi, apa yang diraih anak-anak Padang Pariaman sudah sangat luar biasa. Di tengah segala keterbatasan sebagai tuan rumah yang harus membagi fokus antara sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi, para atlet justru menjawab dengan semangat juang tinggi.

“Kontingen Padang Pariaman sudah tampil sangat baik dan hasilnya juga cukup luar biasa. Dengan segala keterbatasan, Padang Pariaman berhasil menempati posisi ketiga dalam perolehan medali. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial dan semua pihak yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.

Bagi Padang Pariaman, 290 medali bukan sekadar angka. Itu adalah cerita tentang kerja keras dan air mata di setiap arena.

Baca Juga  Gadis Penjual Gorengan Ditemukan Terkubur, Korban Tulang Punggung Keluarga

Pundi-pundi medali disumbang merata. Angkat besi menjadi lumbung emas terbesar dengan 20 medali (10 emas, 8 perak, 2 perunggu). Disusul arung jeram yang perkasa di aliran sungai dengan 15 medali (9 emas) dan renang dengan 16 medali (7 emas).

Tak hanya itu, medali juga mengalir dari cricket, muaythai, panjat tebing, karate, hapkido hingga cabang bela diri dan permainan lainnya. Ini membuktikan prestasi Padang Pariaman tidak bertumpu pada satu bintang, melainkan kekuatan kolektif.

Dengan masih terbukanya peluang di hari terakhir, tuan rumah berpeluang menutup Porprov XVI dengan senyum paling lebar: sukses sebagai penyelenggara, dan disegani sebagai kekuatan olahraga baru Sumbar. (drh)