Padang  

Kolaborasi Kuliner untuk Padang Bangkit: 200 Kg Rendang Dibagikan bagi Penyintas, Semangat Pemulihan Terus Menguat

PADANG – Aroma rempah khas Minangkabau memenuhi udara di pelataran parkir Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Sabtu (6/12/2025). Sejak pagi, wajan-wajan besar mulai dipanaskan, sementara para juru masak dari berbagai komunitas kuliner Kota Padang bekerja serempak. Suasana yang biasanya penuh aktivitas anak muda berubah menjadi ruang solidaritas, tempat ratusan tangan bergotong royong demi para penyintas bencana hidrometeorologi.

Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata menginisiasi kegiatan bertajuk Kolaborasi Subsektor Kuliner untuk Padang Bangkit, sebuah aksi kemanusiaan yang menghadirkan kekuatan kolektif warga. Program ini bukan sekadar dapur umum, tetapi sebuah gerakan pemulihan emosional dan sosial bagi masyarakat yang tengah berjuang di masa sulit. Di tengah guncangan bencana, kebersamaan menjadi energi utama untuk bangkit.

Dalam agenda Masak Besar tersebut, lebih dari 200 kilogram daging dimasak menjadi rendang. Proses memasak dilakukan dengan standar higienis dan menggunakan bumbu tradisional Minang yang kaya rempah. Rendang-rendang itu kemudian dikemas untuk didistribusikan langsung ke lokasi pengungsian. Kehadiran makanan bergizi ini diharapkan mampu menguatkan para korban yang masih bertahan di tenda-tenda darurat.

Peran kegiatan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan logistik. Lebih jauh, ia menjadi simbol persaudaraan dan optimisme warga Kota Padang. Di antara kepulan asap dan dentingan sendok kayu, terselip semangat saling menguatkan. Para relawan, koki, UMKM kuliner, hingga masyarakat biasa hadir tanpa diminta, seolah memahami bahwa rasa peduli adalah bumbu terbaik dalam setiap masakan.

Baca Juga  Di Tengah Pandemi Corona, PLN Sumbar Tetap Siaga Kelistrikan

Wali Kota Padang, Fadly Amran, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata, Yudi Indra Syani, menegaskan bahwa dapur umum ini merupakan wujud empati yang sesungguhnya. “Kegiatan ini bukan sekadar memasak makanan, tetapi juga menyalurkan harapan, energi positif, dan memastikan bahwa para korban bencana tidak merasa sendirian,” ujar Yudi menyampaikan pesan Wali Kota. Kata-kata ini menggema di tengah para relawan yang bekerja tanpa henti.

Menurut Yudi, setiap paket rendang yang dikirimkan ke pengungsian memiliki makna lebih dari sekadar nutrisi. Ia membawa pesan kehangatan. Setiap suapan yang diterima para penyintas diharapkan dapat mengurangi beban psikologis dan memberikan kekuatan untuk kembali menata kehidupan. Dalam situasi penuh ketidakpastian, makanan bergizi menjadi bagian penting dari proses pemulihan fisik maupun mental.

Kebutuhan makanan menjadi urgensi utama, apalagi jumlah pengungsi yang masih cukup besar. Data per 5 Desember 2025 mencatat 1.343 orang masih bertahan di berbagai titik pengungsian Kota Padang. Mereka tersebar di lima kecamatan terdampak: Kecamatan Pauh menjadi yang terbanyak dengan 708 pengungsi, disusul Nanggalo 404 orang, Koto Tangah 152 orang, Kuranji 68 orang, dan Lubuk Kilangan 11 orang. Angka-angka ini menggambarkan betapa besar tanggung jawab yang masih harus dipenuhi.

Baca Juga  Ingin Pakai Youth Center untuk Kegiatan, Bisa Dipesan Via Aplikasi Sibuyuang

Meski begitu, pemerintah mencatat perkembangan positif. Jumlah pengungsi berkurang signifikan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.804 orang. Penurunan sebanyak 461 pengungsi menjadi tanda bahwa situasi mulai membaik dan warga perlahan kembali ke rumah masing-masing. Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi hal utama karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.

Pemko Padang menegaskan komitmennya untuk terus memastikan pelayanan dasar, suplai logistik, kesehatan, serta dukungan psikososial bagi seluruh pengungsi selama masa tanggap darurat. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan semua kebutuhan warga terpenuhi tepat waktu. Pemerintah juga mengoptimalkan berbagai posko layanan untuk menjaga kondisi masyarakat tetap stabil.

Apresiasi besar disampaikan kepada seluruh petugas, relawan, dan pelaku usaha kuliner yang telah bekerja tanpa kenal lelah. Mereka menjadi ujung tombak pemulihan awal Kota Padang. Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan menjaga semangat gotong royong sebagai kekuatan utama untuk bangkit bersama. (*)