PADANG– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melalui Dinas Pariwisata telah merampungkan penyusunan akhir Peta Jalan (Road Map) Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah, yang dikenal sebagai Road Map Nagari Creatif Final: Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Sumbar 2026–2030 Disempurnakan.
Penyempurnaan dokumen perencanaan dan sinkronisasi program ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Akhir yang diselenggarakan di UNP Hotel & Convention Center pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP).
Tiga Nagari Siap Jadi Pilot Project Nagari Creative Hub
Dalam FGD Akhir ini, fokus utama tertuju pada penguatan komitmen untuk merealisasikan program dari sekadar konsep, dengan menetapkan tiga nagari sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk mewujudkan program Nagari Creatif Hub:
Nagari Toboh Gadang Barat (Kabupaten Padangpariaman)
Desa Sikalang (Kota Sawahlunto)
Nagari Pangian (Kabupaten Tanahdatar)
Ekonomi Kreatif sebagai Daya Ungkit PDRB
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, menjelaskan bahwa Road Map ini bertujuan vital, yaitu untuk memastikan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ekonomi Sumbar.
“Nagari Creative Hub adalah wadah bagi nagari-nagari agar mampu mandiri dengan mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki, sehingga memiliki daya jual,” ujar Lila. Ia menekankan bahwa program ini memerlukan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi agar dapat terwujud dan berkelanjutan.
Keluaran utama dari road map ini meliputi pemetaan potensi lokal, perumusan strategi, dan perhitungan estimasi keuntungan yang didapatkan. “Kami akan menyumbangkan kontribusi dari ekonomi kreatif dan destinasi pariwisata sebagai contoh, yang kemudian akan dikembangkan ke nagari-nagari lainnya,” imbuhnya.
Kolaborasi Multisektor dan Dukungan Kampus
Kepala LPPM UNP, Anton Komaini, menyampaikan dukungan kampusnya berfokus pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) ahli dan dukungan administratif prasarana.
Kolaborasi ini akan mengoptimalkan mobilisasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang rata-rata berjumlah 6.000 hingga 7.000 per tahun. Mahasiswa KKN ini akan berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah provinsi yang menjalankan program-program di desa atau nagari wisata, serta mendorong dosen menjadikan nagari kreatif sebagai objek penelitian.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, mengapresiasi peta jalan ini sebagai salah satu program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang tertuang dalam RPJMD, yang menjadikan desa/nagari sebagai basis kemajuan.
Yozarwardi menyoroti tiga tantangan utama bagi nagari: penguatan kapasitas SDM, kemampuan menemukenali potensi lokal, dan pembentukan jejaring kolaboratif. Ia berharap implementasi dapat berjalan pada tahun 2026, ditopang oleh kolaborasi multi-pihak.
Rencana Aksi Terukur untuk 5 Tahun ke Depan
Ketua Tim Ahli Penyusun Road Map Nagari Creatif, Haris Satria, menjelaskan bahwa FGD Akhir berfungsi merangkum masukan dari nagari percontohan.
Luaran peta jalan ini meliputi: database ekonomi kreatif, data kerja sama, dan rencana aksi. “Rencana aksi yang kita buatkan untuk 5 tahun kedepan telah mengakomodir kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, di Sawahlunto, Tanahdatar, dan Padangpariaman,” paparnya.
Secara ilmiah, rencana aksi akan dituangkan dalam bentuk strategi, program, dan kegiatan tahunan dengan ploting anggaran dan penanggung jawab instansi. Haris menargetkan implementasi dapat berjalan pada periode 2026–2030, dengan rata-rata 30 kegiatan per nagari yang akan diprioritaskan pelaksanaannya.
Wali Nagari Pangian, Hijrah Adi Sukrial, menambahkan bahwa road map ini memberikan arah yang jelas bagi potensi di nagari mereka, serta menjadi regulasi berkelanjutan yang harus dicapai.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari LPPM, Tim Ahli, Dinas PMD, Bappeda Provinsi Sumbar, Dinas Pariwisata dari tiga kabupaten/kota percontohan, serta Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sebagai narasumber.












