PADANG-Di jantung Kota Padang, tepatnya di sebuah rumah sederhana namun penuh kehangatan di Jalan Batang Sinamar Nomor 2, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, berdiri kokoh sebuah warisan kuliner bernama Azki Catering. Sejak tahun 1992, usaha yang dirintis dengan penuh dedikasi oleh Zirmalena ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari suka cita dan momen sakral masyarakat Minangkabau.
Setiap hidangan yang tersaji bukan sekadar pengisi perut, melainkan representasi dari cita rasa otentik Ranah Minang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Aroma rendang yang menggoda, gurihnya gulai ayam, hingga kelezatan sate padang, semuanya diracik dengan cinta dan resep keluarga yang terjaga.
Selama lebih dari dua dekade, Azki Catering telah menorehkan jejak manis dalam berbagai perhelatan. Mulai dari pernikahan yang meriah dengan adat Minang yang kental, hingga acara syukuran dan hajatan keluarga yang penuh keakraban, sentuhan kuliner Azki selalu dinanti. Kepercayaan masyarakat Padang dan sekitarnya terhadap kualitas rasa dan pelayanan prima telah mengantarkan Azki Catering menjadi salah satu pemain kunci dalam industri katering lokal. Nama Azki Catering bagaikan jaminan akan hidangan lezat yang akan memanjakan lidah setiap tamu undangan.
Namun, badai tak terduga datang menerpa. Pandemi Covid-19, dengan segala pembatasan sosial dan dampaknya terhadap perekonomian, menghantam keras sendi-sendi kehidupan masyarakat, tak terkecuali para pelaku usaha kecil dan menengah seperti Zirmalena. Sepinya acara pernikahan dan hajatan, yang menjadi tulang punggung bisnis katering, membuat dapur Azki Catering terasa sunyi. Pesanan merosot tajam, mimpi-mimpi untuk terus mengembangkan usaha seolah terhenti di persimpangan jalan yang penuh ketidakpastian.
“Masa-masa sulit itu menjadi ujian berat bagi pelaku usaha termasuk saya,” terang Zirmalena, bercerita, pada Topsatu.com, Kamis (20/4).
Di tengah kegelapan yang menyelimuti, secercah harapan muncul bagaikan “cahayo di ujung tanjuang”. Informasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI sampai ke telinga Zirmalena. Tanpa ragu, ia memberanikan diri mengajukan permohonan, berharap pinjaman modal ini dapat menjadi “dayuang panguik” untuk mengarungi kembali ombak kesulitan.
“Gayung bersambut, Bank BRI melihat potensi pada saya dengan mengucurkan dana KUR. KUR menjadi obat palarai luko (penawar luka-red) bagi saya saat pandemi,” terangnya.
Dengan modal yang diperoleh, Zirmalena kembali menata usahanya. Dapur Azki Catering kembali mengepulkan asap, aroma rempah-rempah khas Minang kembali memenuhi udara sekitar. Kepercayaan masyarakat pun perlahan pulih seiring dengan meredanya pandemi. Pesanan demi pesanan mulai berdatangan, tidak hanya dari Kota Padang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat seperti Pariaman, Solok, Bukittinggi, hingga Dharmasraya.
“Bareh nan ditanam alah tumbuah, budi nan ditanam alah sentak” (Beras yang ditanam sudah tumbuh, budi yang ditaman sudah kuat-red),” tuturnya. Kerja keras dan kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun kini berbuah manis.
Zirmalena dengan mata berbinar menceritakan bagaimana lancarnya pesanan yang ia terima setiap bulannya. Azki Catering kembali menjadi pilihan utama untuk berbagai acara penting, membuktikan bahwa ketahanan dan semangat pantang menyerah, ditambah dengan uluran tangan yang tepat seperti KUR BRI, dapat mengantarkan sebuah usaha melewati masa-masa sulit dan kembali meraih kejayaan.
“Pinjaman KUR saya Rp50 juta ketika itu. Alhamdulillah berjalan lancar tahap awal. Kemudian saya menambah pinjaman lagi untuk menambah modal. Permohonan saya kembali dikabulkan BRI. Saya sungguh-sungguh mengucapkan terima kasih pada BRI. Semoga ke depan BRI terus menjadi bank pilihan bagi masyarakat Indonesia, dalam mengembangkan usaha,” harap perempuan tangguh tersebut.
Sementara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Regional Office (RO) Padang menunjukkan kinerja yang membanggakan di tahun 2024 dengan berhasil menyalurkan total kredit mikro sebesar Rp 7,64 triliun kepada 155.102 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat.
Capaian ini ditegaskan oleh Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI RO Padang, Riza Pahlevi, sebagai wujud nyata komitmen BRI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian penyaluran kredit mikro di tahun 2024. Seluruhnya menyasar pelaku UMKM, membuktikan fokus kami dalam menopang sektor yang memiliki kontribusi signifikan bagi perekonomian Sumatera Barat,” ujar Riza Pahlevi dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Riza Pahlevi menyampaikan optimisme terhadap target penyaluran kredit mikro di tahun 2025. BRI RO Padang menargetkan pertumbuhan sebesar 10,9% dari posisi Desember 2024, atau penambahan penyaluran sebesar Rp 1,45 triliun. “Kami telah memulai tahun 2025 dengan langkah yang positif. Hingga akhir Februari, kami telah menyalurkan Rp 1,295 triliun kredit mikro kepada lebih dari 28 ribu debitur,” ungkapnya, merinci penyaluran sebesar Rp 621 miliar pada Januari kepada 13.658 debitur dan Rp 674 miliar pada Februari kepada 14.834 debitur. Total nasabah kredit mikro BRI RO Padang hingga Februari 2025 mencapai 375.693 debitur.
Meskipun agresif dalam penyaluran, BRI RO Padang tetap memprioritaskan kualitas портфель kredit. Bapak Riza Pahlevi menekankan bahwa rasio kredit bermasalah (NPL) pada Desember 2024 berhasil dijaga di angka 3,07%, dan target untuk tahun 2025 adalah menurunkannya menjadi 3,01% atau maksimal Rp 429,5 miliar dari total pinjaman mikro.
KUR Sebagai Motor Penggerak
Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi fokus utama BRI RO Padang dalam mendukung UMKM. Di tahun 2024, penyaluran KUR mikro mencapai Rp 5,143 triliun kepada 119.865 UMKM, dengan mayoritas penerima bergerak di sektor pertanian dan perdagangan.
Mengenai target KUR tahun 2025, Bapak Riza Pahlevi menjelaskan bahwa meskipun kuota ditetapkan terpusat, BRI RO Padang telah menyiapkan strategi yang matang. “Kami akan melakukan pemasaran secara masif kepada nasabah-nasabah eksisting BRI. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, provinsi, dan BUMN melalui sosialisasi kepada UMKM binaan juga menjadi prioritas,” tegasnya. Pemasaran melalui media elektronik dan cetak juga akan dioptimalkan untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
Riza Pahlevi juga menyoroti kemudahan akses KUR BRI. “Kami memahami bahwa banyak UMKM yang memiliki potensi namun terkendala agunan. KUR hadir sebagai solusi dengan persyaratan yang lebih fleksibel, bunga yang ringan mulai dari 3% untuk Super Mikro, dan plafond hingga Rp 500 juta,” jelasnya. Jangka waktu pengembalian yang fleksibel, maksimal 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi, juga menjadi daya tarik tersendiri.
Lebih lanjut, Bapak Riza Pahlevi mengungkapkan bahwa kualitas penyaluran KUR BRI RO Padang terjaga dengan baik, tercermin dari rasio kredit macet KUR per 31 Desember 2024 yang sebesar 2,22%. “Ini menunjukkan bahwa penyaluran KUR kami tepat sasaran dan UMKM penerima memiliki komitmen yang baik dalam pengembalian,” pungkasnya. Yunisma












