PADANG – Rasa duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar yang menjadi korban kebakaran di Karang Putih RT 02 RW 02, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Peristiwa mencekam yang terjadi pada dini hari tersebut merenggut tempat tinggal yang selama ini menjadi tempat bernaung sembilan anggota keluarga.
Kendati kehilangan harta benda dalam sekejap, secercah harapan muncul seiring mengalirnya kepedulian dari lingkungan sekitar dan dunia usaha. Dukungan moril maupun materil menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban untuk mencoba bangkit dari keterpurukan pascabencana.
Salah seorang korban selamat, Rina Kurniawati, mengaku sangat terpukul dan syok atas musibah yang melanda rumahnya secara tiba-tiba tersebut. Beruntung, respons cepat dari berbagai pihak, khususnya PT Semen Padang, membuat keluarganya tidak terlantar di ruang terbuka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang begitu cepat memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti dan sangat membantu kami untuk membuat tempat berteduh sementara sambil menunggu kondisi kembali pulih,” ungkap Rina dengan mata berkaca-kaca.
Rina mengakui bahwa dirinya beserta anggota keluarga lain masih mengalami trauma psikologis yang cukup hebat akibat kepulan asap dan api. Detik-detik menyelamatkan diri pada malam buta itu menjadi memori kelam yang sulit dilupakan dalam waktu singkat.
Namun, kehadiran bantuan logistik berupa kayu, terpal, dan uang tunai untuk konsumsi dinilai sangat meringankan beban pikiran mereka saat ini. Bantuan tersebut segera dialokasikan bersama warga sekitar untuk mendirikan tenda darurat di atas lahan puing.
Sebagaimana diketahui, kebakaran yang pecah pada Sabtu dini hari tersebut menghanguskan satu unit bangunan yang dihuni oleh dua kepala keluarga. Kehilangan tempat tinggal dalam sekejap membuat solidaritas sosial dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Kini, dengan berbekal bantuan terpal dan kayu banting, keluarga Rina mulai menata kembali sisa-sisa kehidupan mereka yang tersisa. Semangat gotong royong warga Batu Gadang ikut menjadi penopang utama bagi keluarga terdampak untuk memulai babak baru. (*)












