Padang  

Ketua KADIN Sumbar Ungkap Target 30 Hari Rampung, Huntap Kampung Talang Jadi Percontohan Pertama SEPABLOCK

PADANG – Ketua KADIN Sumatera Barat, Buchari Bachter, menegaskan pembangunan 10 unit Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Talang merupakan wujud komitmen dunia usaha dalam membantu pemulihan wilayah terdampak bencana.

Hal itu dikatakan saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang diinisiasi oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Barat (Sumbar) bersama KADIN Indonesia di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kamis (29/1/2026).

Sebanyak 10 unit hunian tetap yang akan dibangun di kawasan tersebut mengusung konsep konstruksi cepat, aman, dan berkualitas dengan menggunakan Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK), produk inovasi PT Semen Padang yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan hunian pascabencana.

Baca Juga  Masjid Jabal Rahmah Semen Padang Raih Juara 1 Pesantren Ramadan Kota Padang

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KADIN Sumatera Barat Buchari Bachter, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua IJTI Pengda Sumbar Defri Mulyadi dan Tokoh Masyarakat Pauh, Dasrul.

Menurut Buchari, proyek ini mengedepankan semangat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan PT Semen Padang, akademisi dari Universitas Andalas, serta pengusaha lokal.

“Kolaborasi ini kami dorong agar pemulihan pascabencana tidak hanya soal rumah, tapi juga menggerakkan kembali ekonomi masyarakat setempat,” kata Buchari.

Baca Juga  Dirum Perumda AM Kota Padang Tekankan Karyawan Penentu Maju Mundurnya Perusahaan

Ia menjelaskan penggunaan SEPABLOCK memungkinkan pembangunan dilakukan secara efisien dengan target penyelesaian sekitar 30 hari, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.

Proyek Huntap di Kampung Talang ini juga menjadi percontohan pertama di Sumatera dalam penggunaan teknologi SEPABLOCK untuk hunian pascabencana.

Buchari menilai teknologi tersebut sangat relevan diterapkan di Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

“Kami berharap model pembangunan Huntap ini bisa direplikasi di daerah lain sebagai solusi cepat dan berkelanjutan bagi korban bencana,” tegasnya. (*)