PADANG – DPRD Kota Padang memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya ancaman kenakalan remaja serta dinamika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang marak dikeluhkan masyarakat.
Sikap dan komitmen pengawasan tersebut ditegaskan oleh Ketua DPRD Kota Padang, H. Muharlion, S.Pd., saat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Gedung DPRD Kota Padang pada Jumat (7/8/2026).
Muharlion menyatakan bahwa maraknya penyalahgunaan narkoba, aksi tawuran antar-pelajar, hingga keberadaan geng motor telah mencapai tahap meresahkan dan membutuhkan penanganan darurat yang lintas sektor.
Untuk menekan aksi kriminalitas jalanan dan kenakalan remaja tersebut, DPRD Padang mendorong pembinaan karakter generasi muda serta penegakan ketertiban umum secara tegas dan konsisten.
DPRD bersama Pemko Padang berkomitmen mengalokasikan anggaran terarah dalam APBD guna memfasilitasi berbagai ruang kegiatan kepemudaan yang positif, kreatif, dan produktif di setiap wilayah kecamatan.
Selain persoalan kenakalan remaja, DPRD Kota Padang merespons banyaknya aduan orang tua terkait kelulusan anak dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri.
Muharlion menilai banyaknya anak yang belum tertampung di sekolah negeri disebabkan oleh belum meratanya sebaran infrastruktur pendidikan serta keterlambatan pembangunan unit sekolah baru (USB).
Sebagai solusi jangka panjang, DPRD mendorong perencanaan pembangunan sekolah negeri baru yang lebih proporsional dan disesuaikan dengan tingkat kepadatan penduduk serta kebutuhan riil masyarakat.
Di sisi lain, Pemko Padang diminta memaksimalkan pembinaan dan bantuan fasilitas bagi sekolah-sekolah swasta agar mutu pendidikan yang ditawarkan semakin meningkat dan berdaya saing.
Melalui penguatan kualitas sekolah swasta serta penyetaraan mutu pendidikan, masyarakat diharapkan memiliki alternatif pendidikan yang setara sehingga persoalan penampungan siswa baru dapat teratasi secara menyeluruh. (*)












