Padang  

Ketua DPRD Padang Gelar Reses di Bungo Pasang, Warga Keluhkan Banjir yang Tak Kunjung Tuntas

PADANG – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menggelar reses masa sidang II tahun 2025-2026 di Kelurahan Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri warga dari Kelurahan Bungo Pasang dan Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK) yang selama ini memiliki kedekatan wilayah dan aktivitas sosial.

Dalam sambutannya, Muharlion menjelaskan bahwa reses merupakan momentum penting untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

Ia membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi warga yang hadir, baik secara lisan maupun tertulis.

“Kalau ada aspirasi yang belum sempat disampaikan, kami sudah menyiapkan formulir agar tetap bisa ditampung dan dicatat secara resmi,” ujar Muharlion.

Aspirasi tertulis tersebut, kata dia, akan dilampirkan dalam laporan reses yang nantinya diserahkan kepada Wali Kota Padang sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Selain itu, Muharlion juga memaparkan kondisi pembangunan Kota Padang di tengah keterbatasan anggaran. Ia menyebutkan adanya pemotongan anggaran pada tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp328 miliar hingga Rp350 miliar.

Meski demikian katanya, pemerintah kota tetap memprioritaskan program-program utama yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Pagi Ini, Gunung Marapi Kembali Meletus

“Program seperti smart surau, BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, serta bantuan seragam bagi siswa SD dan SMP tetap menjadi perhatian,” katanya.

Selain program sosial, pembangunan infrastruktur dasar juga terus berjalan sesuai kemampuan anggaran. Perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas pendukung lainnya tetap dilaksanakan secara bertahap.

Oleh karena itu, Muharlion menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.

Dalam dialog bersama warga, persoalan banjir di wilayah Bungo Pasang menjadi salah satu isu utama yang disampaikan. Warga mengeluhkan kondisi topografi daerah yang rawan banjir saat hujan deras.

Menanggapi hal tersebut, Muharlion menyebutkan bahwa normalisasi sungai menjadi salah satu solusi yang terus diupayakan.

“Ini memang PR yang besar karena berkaitan dengan persoalan wilayah sungai, tapi kami siap memfasilitasi dan mencari jalan keluar bersama,” ujarnya.

Selain permasalahan banjit, warga juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur jalan, khususnya di kawasan Graha Bunga Mas.

Dikatakannya, pembangunan jalan utama kawasan tersebut dinilai sudah lama diajukan namun belum terealisasi, sementara jalan lingkungan di Perumahan Graha Bunga Mas (GBM)disebut telah hampir lima tahun dalam kondisi rusak.

Baca Juga  Satpol PP Damkar Tertibkan PKL di Sepanjang Jalan Imam Bonjol

Salah seorang perwakilan warga berharap aspirasi tersebut dapat diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
“Kami sangat berharap pembangunan dan betonisasi jalan bisa menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Tak lupa, ia turut menyampaikan apresiasi atas bantuan sarana dan prasarana yang telah diterima Kelurahan Bungo Pasang melalui pokok pikiran DPRD Padang.

Ia menyebut, bantuan berupa komputer, laptop, printer, dan lemari sangat membantu peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama puluhan tahun baru kali ini kami benar-benar merasakan manfaat pokir secara langsung,” katanya.

Di akhir kegiatan reses, Muharlion turut menjelaskan mekanisme penganggaran daerah, mulai dari APBD murni hingga APBD perubahan.

Ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan bisa langsung direalisasikan dalam satu tahun anggaran, namun seluruh aspirasi akan tetap dicatat dan diperjuangkan secara bertahap.

“Dengan komunikasi dan kebersamaan, kita optimistis kondisi lingkungan dan kesejahteraan warga bisa terus diperbaiki,” tutupnya. (*)