Ketua DK PWI Sumbar Pertanyakan Dewan Pers

Basril Basyar. www.wartaandalas

PADANG-Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumbar, Basril Basyar mempertanyakan wacana Dewan Pers membahas usulan perubahan tanggal Hari Pers Nasional (HPN) yang sudah ditetapkan setiap 9 Februari. Bahkan seantero Indonesia hingga dunia, sudah tahu tanggal HPN tersebut.

“Rabu (18/4), Dewan Pers mengadakan rapat mengundang berbagai pihak terkait sehubungan dengan rencana perubahan dimaksud. Saya heran, dengan wacana Dewan Pers ini, apa tidak ada pekerjaan lain sehingga masalah tanggal HPN yang diutak-atik,” kata Basril Basyar kepada Singgalang, Selasa (17/4) di Padang.

Rencana itu, tertuang dalam surat resmi Dewan Pers yang ditandatangani Ketua Yosep Adi Prasetyo tertanggal 13 April 2018 dengan perihal undangan terbatas terkait pembahasan perubahan tanggal HPN. Rapat diagendakan, Rabu (18/4) di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Menurut BB-sapaan akrab Basril Basyar, dulu berbagai kelompok berharap bagaimana pers di republik ini bersatu. Perjalanan yang dilalui, tidak gampang, butuh waktu karena perlu dibahas dan didiskusikan masak-masak.

Tapi sekarang, sudah lama berjalan dan setiap peringatan HPN memberi manfaat bagi tuan rumah yang menyelenggarakan, tiba-tiba diwacanakan tanggal HPN diubah.

“Heran saya, kenapa soal tanggal HPN itu yang diubah. Negara sudah begini keadaan, kini ditambah pula dengan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dibahas. Masih banyak lagi, tugas pers yang lebih besar untuk kemaslahatan umat dan kepentingan negara,” ungkap BB yang sebelumnya Ketua PWI Sumbar dua periode ini.

Dia mengatakan, pers seharusnya memberikan pendidikan kepada masyarakat, tapi dengan mengungkit soal perubahan tanggal HPN ini, akan berbuah kepada berita heboh. Pers ribut sehingga suasana pun menjadi tak kondusif.

Apalagi, puncak HPN baru saja dilaksanakan di Padang, Sumbar pada 9 Februari. Sumbar dan Padang, khususnya sebagai tuanrumah HPN, merasakan benar manfaat pelaksanaan HPN tersebut. Masyarakat senang, elemen lain juga. Perputaran ekonomi masyarakat dan daerah membaik.

“Banyak yang menilai HPN di Sumbar, paling sukses. Banyak dihadiri lembaga negara, para duta besar. Rangkaian acara yang digelar, juga memberikan kontribusi kepada masyarakat banyak. Pokoknya, hampir semua tamu memuji. HPN memberi dampak besar kepada daerah dan masyarakat,” jelas BB.

Sekarang, sambung BB, HPN yang diperingati setiap tanggal 9 Februari itu, diwacanakan akan diubah tanggalnya. Kalau sekiranya tidak senang kepada PWI, jangan tanggal peringatan HPN yang diubah.

“Ya,ibarat pepatah, kalau ada tikus dalam lumbung padi, tikusnya saja yang dibunuh, jangan lumbungnya yang dibakar agar tikusnya terbunuh,” jelas BB seraya membeberkan wacana perubahan tanggal HPN itu diduga kuat atas usulan AJI dan IJTI kepada Dewan Pers. (Efendi)

Loading...