Roni Aprianto / Wartawan Madya
Pagi itu langit tampak bersih berwarna biru cerah. Sinar matahari kuning ke emasan menerangi bumi. Butiran embun perlahan menguap ke awang awang. Anginpun berhembus lembut sejuk menerpa dedaunan nan hijau melambai- lambai. Kendaraan roda- dua dan roda empat hilir mudik di Jalan lintas Sumatera, bumi ranah cati nan tigo Dharmasraya. Debu jalanan melayang- layang di udara.
Sekira pukul 08.00 WIB, sejumlah jurnalis dan utusan OPD di jajajaran Pemkab Dharmasraya tiba di pinggir Jalan Lintas Sumatera Jalur dua, persis di depan kantor bupati setempat. Mereka berpakaian rapi serupa orang akan berangkat kondangan. Di punggung mereka bertengger gundungan tas ransel, entah apa isinya, ada pula yang menarik dan menenteng koper pakaian persegi empat. Aroma parfum menyeruak seketika, menusuk lobang hidung. Rona wajah mereka pun terlihat cerah. Secerah pagi itu. Lima belas menit kemudian, dua unit Bus Pariwisata plat kuning berwarna abu- abu kombinasi warna biru, kuning merapat tepat di muka para jurnalis ini.
Sejurus kemudian, dengan sigap kondektur Bus membuka bagasi mobil. Tanpa diberi aba- aba para kuli tinta dan utusan OPD ini langsung menaruh barang- barang bawaan mereka di bagasi Bus. Satu Bus untuk para jurnalis dan satunya lagi untuk OPD.
Tepat pukul 09.00 WIB, Kadis Kominfo Dharmasraya, Rovanly Abdams tampak resah, berjalan hilir mudik sembari menelepon. Rupanya, masih ada penumpang yang belum datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Begitu juga dengan Kabid Informasi Komunikasi Informatika, Misbah Hulkhair, sesekali ia menempelkan telvon selulernya di telinga.” Lagi dimana, Da. Tinggal nunggu Uda, langsung kita berangkat,” ucap Misbah melalui telvon selulernya.
Tak lama berselang, yang ditunggu pun datang. Sebelum menaiki Bus. Rombongan ini bersalaman dengan istri- istri dan suami mereka. Ada yang mencium kening, pipi kiri, pipi kanan dibarengi pelukan erat, serupa melepas keluarga yang bakal pergi merantau jauh, lama akan pulang.
Rupanya, hari itu Sabtu 17 Februari 2024 puluhan wartawan dan utusan OPD di jajaran Pemkab Dharmasraya betolak ke Kota Betawi, Jakarta dalam rangka mengikuti Hari Pers Nasional ( HPN) di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, sekaligus Sharing Informasi dengan Komisi Informasi ( KI) Pusat RI.
Perlahan kotak besi buatan Negara Jerman itu melaju. Doa dan lambaian tangan keluarga melepas keberangkatan kami menuju Kota Jakarta. Jarak antara Dharmasraya – Jakarta lebih kurang 1.097,2 Km dengan waktu tempuh 21, 55 jam. Jarak yang sangat jauh. Lelah sudah pasti. Apala daya, uang kami tak cukup untuk beli tiket pesawat.
Kepala Dinas Kominfo, Rovanly Abdams satu mobil dengan kami, duduk di jok paling depan.
Alunan tembang- tembang kenangan bergema syahdu dari Sound Pressure Level Bus, menghibur perjalanan kami, mengisi setiap sudut – sudut kosong menyejukan telinga. Bus terus melaju mengejar asa seiring putaran jarum jam. Sang supir sigap memainkan kemudi berebut jalan dengan kendaraan lain.
Mendengar merdu suara music, memacu adrenalin para kuli tinta ini untuk berkaraoke ria. Tak disangka, selain pandai merangkai kalimat menyajikan berita, merekapun cakap membawakan lagu- lagu daerah dan artis ternama Indonesia.
“Oi mande….mano mande, oi mande kanduang. Alah lamo indak basuao. Lai taragak denai nak pulang. Pitih nan sanyuik jo apo den manyubarang,” mendayu vocal wartawan Singgalang, Syafri Piliang. Nyaris serupa suara penyanyi aslinya, Almarhum Zalmon.
Wartawan Surat Kabar Harian Padang Exspres, Zufia Anita, wartawan Haluan, Maryadi, waryawan Koran Padang, Juprial Melayu, Penata Hubungan Masyarakat Dinas Kominfo, Amrijal, dan, Adrial alias Ale serta Erman Ali wartawan Online ikut pula menyumbangkan suara merdunya. Begitu juga saya, menyumbang sebuah tembang lawas berjudul ” Buih Jadi Permadani”. Benar- benar bahagia para jurnalis ini.
Waktu terus berlalu, matahari perlahan masuk keperaduan tenggelam di upuk barat, pertanda malam menjelang. Bus Pariwisata Nyaman Holiday mendarat di depan Masjid berukuran sedang di kawasan Provinsi Jambi. Azan Magrib menggema syahdu, mengetuk relung hati, menyejukkan telinga. Kami pun bergegas turun dari bus, mengambil wuduk dan melaksanakan salat. Kemudian Bus kembali melaju menembus malam dan kabut jalanan. Dinginnya semburan Air Conditioner ( AC) kian terasa dingin menusuk lobang pori- pori. Lapisan baju, jaket serta selimut ukuran kecil yang disediakan pemilik bus sedikit meredakan dingin menghangatkan tubuh.
Beberapa orang dari awak media ini tak henti berkelakar, ada- ada saja yang dijadikan bahan candaan. Mulai dari cerita perangai, sampai pula cerita politik yang memang lagi tren saat itu. Kadang bersitegang urat leher mempertahankan argumen, kemudian ketawa renyah. Ya, begitulah jika kaum intelektual sudah ngumpul, ada saja ide yang dijadikan pembahasan.
Malam semakin larut, ngatuk menyerang tak terhankan. Para penulis berita ini terlelap pulas dalam mimpi. Waktu berputar, malam pun berlalu disambut pagi. Bus yang membawa kami berhenti di salah satu Masjid di kawasan Sumatera Selatan. Azan subuh berkumandang merdu membangunkan kami. Awak media ini bergegas turun dari bus. Mengambil wuduk dan melaksanakan salat. Usai salat para kuli tinta ini melepas lelah sesaat sembari selonjoran serta merebahkan badan, ada pula yang menghisap cigarettes, asapnya membumbung tinggi ke awang awang dan hilang diterpa angin.
Sinar matahari pagi mulai menghalau kelam menerangi bumi. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan menyapu debu jalanan, melindas kerasnya aspal. Kurang lebih pukul 13.15 Minggu (18/2/2024) kami mendarat di pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, membelah selat penghubung Pulau Sumatera dan Jawa itu.
Kapal Ferry bergerak perlahan memecah ombak laut tak bertepi meninggalkan pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Desiran angin terdengar jelas menerpa telinga. Disisi lain, sejumlah awak media menikmati santap siang, lahap benar mereka makan. Sejumlah kapal tanpak hilir mudik mengantarkan penumpang ke tempat tujuan.
Gundukan pulau pulau kecil terlihat hijau mempesona. Butiran pasir putih didaratan pulau bagaikan bentangan permadani putih, indah. Perahu perahu kecil milik nelayan mengapung terombang ambing disapu riak riak air lautan. Sejauh mata memandang, decak kagum bergumam dalam hati “begitu indah tuhan menciptakan alam ini”.
Hampir tiga jam mengarungi selat sunda, tibalah kami di pelabuhan Merak, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon Banten. Sebentar lagi sampai di Kota Jakarta. Bus Pariwisata Nyaman Holiday kembali melindas kerasnya aspal jalanan, menembus wilayah Serang, Cikande, dan Tanggerang. Untung saja hari itu jalanan Ibu Kota Jakarta tidak macet. Dalam waktu kurang lebih 2 jam perjalanan, sebelum malam menjelang kami pun tiba di tempat penginapan di Mangga Dua Square, Jakarta Utara.
Dua hari satu malam diperjalanan, lelah menyergap, rasa penat menyelimuti seluruh sendi. Obatnya mandi air hangat dan tidur. Siang berganti senja. Saya sekamar dengan Wartawan senior Surat Kabar Harian Singgalang, Syafri Piliang. Pria jangkung ini langsung pulas tak kala tubuhnya rebah di kasur empuk Hotel Ibis tempat kami menginap. Siang beganti senja, sinar lampu gedung- gedung pencakar langit tampak indah dari ketinggian lantai 9 Hotel Ibis.
Jl. Gunung Sahari Raya No. 1, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Mangga Dua Square itu tetap ramai lancar meski kelam menyelimuti. Sejumlah Ojol hilir mudik mengantarkan tumpangan dan pesanan pelanggan. Malam berlalu begitu cepat disambut pagi nan cerah. Beberapa orang jurnalis dan pendamping ( OPD ) menikmati sarapan pagi di Restoran Hotel. Tubuh mereka dibalut pakaian batik dengan beragam motif cantik. Ada pula memakai kostum warna putih. Semua berpenampilan necis, serupa dengan wakil rakyat di gedung bundar sana.
Hari itu, Senin (19/2/2024) kami ada Sharing Informasi dengan Komisi Informasi (KI) Pusat Rapublik Indonesia yang berkantor di Jalan Adul Muis No 40 South Petojo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Bus Nyaman Holiday sudah stembai menunggu kami di parkiran. Sekira pukul 09.00 WIB kami betolak ke kantor KI Pusat RI. Disela sela perjalanan, Penata Hubungan Masyarakat Dinas Kominfo, Amrijal menyampaikan Informasi.
” Sebelumnya kami mohon maaf kepada kawan- kawan wartawan. Informasi dari KI Pusat, ruangan pertemuan KI tidak bisa menampung kita semua. Hanya perwakilan saja yang bisa masuk ruangan pertemuan karena kita terlalu banyak. Jadi kita tunjuk saja beberapa orang perwakilan dari kawan- kawan, yakni Maryadi, Syafri Piliang, Zulfia Anita, Roni Aprianto dan Yahya. Semua setuju,” ucap Amrijal memastikan.
” Sepakat,” balas para Jurnalis ini serempak.
Kedatangan kami disambutkan langsung Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro, dan Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi Rospita Vici Paulyn di lantai 9 kantor KI setempat.
Sharing Informasi dengan KI Pusat berjalan lancar. Banyak informasi tentang Undang- Undang keterbukaan informasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Bahkan KI Pusat memuji PPDI Kabupaten Dharmasraya yang beberapa waktu lalu menuai penghargaan dari pemerintah pusat.
” Keterbukaan informasi menjadi kewajiban dan perhatian utama untuk tata kelola pemerintahan yang baik. Keterbukaan informasi publik saat ini sangat penting, terutama dalam konteks pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi yang akurat dan relevan terkait pelayanan yang diberikan. Keterbukaan informasi publik adalah kunci dari tata kelola pemerintahan yang baik,” ucap komisoner KI yang akrab disapa Vici ini.
Usai pertemuan dengan KI Pusat. Kami pun langsung ke pusat acara Hari Pers Nasional ( HPN), Taman Impian Jaya Ancol, tepatnya di Putri Duyung Resort. Kedatangan kami disambung Plt Ketua PWI Sumbar Widya Navies. Foto bersama dan berselfi ria pun tak terelakkan. Plt Ketua PWI Sumbar ini dibuat bak artis ternama, tarik sana, tarik sini. Ia pun melayani dengan senyum khasnya.
“Terimakasih Bang,” ucap para jurnalis ini usai selfi.
“Berapa orang yang berangkat dari Dharmasraya,” tanya Widya Navies kepada Kadis Kominfo.
“Wartawan sekitar 34 orang, dan beberapa pendamping utusan dari Organisasi Perangkat Daerah ( OPD),” terang Rovanly Abdams.
Suasana keakraban tergambar jelas dari pertemuan tersebut. Lantaran hari sudah beranjak petang, kami pun pamit pulang ke tempat menginap, karena esok hari, Selasa ( 20/2/2024) rombongan akan kembali menghadiri hari puncak HPN yang dibuka langsung oleh Presiden RI Jokowi Dodo.
Jarum jam begerak pelan bak roda pedati, pasti. Hari puncak HPN pun tiba. Para utusan pendamping OPD dan para awak media kembali besiap siap menuju lokasi acara. Pakaian necis, sepatu kinclong, rambut klimis bak pejabat negara. Begitulah penampilan mereka di hari itu.
Bus Nyaman Holiday melaju memecah kemacetan jalan Kota Jakarta. Piawai benar sopir bus ini. Tak lama berselang rombongan Dharmasraya tiba di pusat acara HPN. Hingga sore hari barulah mereka pulang. Sekejab melepas penat di kasur empuk Hotel Ibis Mangga Dua Square. Setelah siang dibalut kelam, beberapa orang jurnalis menikmati malam sembari duduk duduk santai di depan Hotel, menikmati minuman ringan. Ada pula yang keluyuran entah kemana.
Malam itu adalah malam terakhir bagi kami di Kota Jakarta, karena esok hari, Kamis (21/2/2024) kami harus kembali ke Dharmasraya. Malam berlalu, siang pun tiba. Sesuai intruksi kadis kominfo kami cek out pukul 09.00 WIB pagi usai sarapan.
Usai menikmati makan terakhir di restoran Hotel Ibis Mangga Dua Square. Kami pun membereskan barang barang bawaan. Yang tadinya hanya membawa satu koper pakaian, kini ada yang membawa tiga koper. Ada pula yang menenteng kotak kardus yang sudah dikemas rapi, kantong plastik berukuran besar. Sampai- sampai terteleng bahu mereka membawa tentengan. Mungkin isinya oleh – oleh buat anak, istri dan tetangga. Ya, begitulah sesekali jika lepas ke rantau, pulang mesti berbagi bahagia dengan keluarga yang ditinggal serta tetangga.
Sekira pukul 09.30 Wib Bus Nyaman Holiday betolak meninggalkan Mangga Dua Square, menembus macet lalu lintas Kota Jakarta. Belok kiri, belok kanan, sopir bus lihai memainkan kotak besi buatan jerman itu.
Kata Jurnalis senior, Ridwan Syarif. Perjalan kawan – kawan ke Jakarta mengikuti Hari Pers Nasional secara bersama- sama adalah sebuah Asa ( harapan) yang menjadi nyata.
“Sudah sejak lama, bahkan sudah bertahun- tahun kawan- kawan berharap bisa mengikuti HPN bersama- sama. Biasanya hanya anggota PWI saja yang berangkat menghadiri HPN. Kini harapan itu telah menjadi nyata. Kami mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Tim Kominfo, jajaran OPD yang telah memfasiltasi kebarangkan kami mengikuti HPN 2024. Terimakasih juga kepada kawan- kawan PWI Dharmasraya yang telah melakukan lobi- lobi sehingga asa ini menjadi nyata,” ucap Ridwan Syarif.
Lanjut Ridwan Syarif, terwujudnya hal tersebut tentunya tidak lepas dari harmonisnya hubungan Pemerintah Dharmasraya dengan para awak media.
“Ini adalah hal yang luar biasa, sejak Dharmasraya berdiri, baru kali ini seluruh wartawan di Dharmasraya bisa menghadiri HPN. Tentunya kita berharap hal serupa kembali terulang pada HPN tahu 2025 mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Kominfo, Rovanly Abdams didampingi Kabid Informasi Komunikasi Informatika, Misbah Hulkhair, Penata Hubungan Masyarakat, Amrijal, meminta maaf kepada rekan- rekan media apabila ada pelayanan atau hal yang kurang berkenan selama enam hari perjalanan Dharmasraya, Jakarta. Jakarta, Dharmasraya.
“Keberangkatan kawan- kawan mengikuti HPN merupakan kebijakan Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, didukung oleh OPD dan PWI. Insya Allah kita akan terus menjaga hubungan baik ini,” pungkasnya.
Waktu berlalu. Akhirnya kami semua selamat kembali sampai di Dharmasraya. ( ***)












