Kepercayaan Masyarakat pada Platform Digital Gojek Makin Tinggi

  • Whatsapp

PADANG-Kepercayaan masyarakat pada platform digital Gojek makin tinggi, meski bermunculan banyak pesaing yang menawarkan harga murah. Tingginya tingkat kepercayaan masyarakat pada platform digital Gojek, didukung oleh makin tingginya tingkat keamanan yang diterapkan Gojek.

Gojek juga telah memperkuat ekosistemnya melalui inisiatif #AmanBersamaGojek yang diluncurkan Februari lalu, melalui edukasi, solusi teknologi, dan proteksi Jaminan Saldo GoPay Kembali. Siapa yang tidak senang, jika uangnya bisa kembali lagi, jika kekhilafan yang tidak disengaja terjadi.

“Sejak pandemi Covid-19, saya jadi was-was jika keluar rumah. Di sisi lain saya kangen untuk makan-makan kuliner di luar rumah, seperti yang sering saya lakukan sebelum pandemi Covid-19 terjadi,” kata Anita, seorang warga Belimbing Padang kepada Singgalang, Kamis (22/10).

Ia mengatakan, kepercayaan ia tumpangkan kepada driver Gojek, karena telah menerapkan protokol kesehatan. Driver Gojek telah mengedepankan aspek Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan, atau dikenal dengan J3K, guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi global Covid-19.

Inisiatif J3K ini juga merupakan upaya Gojek dalam memastikan seluruh ekosistem termasuk mitra dan pelanggan, agar dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif.

Menurut Chief of Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, seperti dalam rilis resmi Gojek mengatakan, inisiatif J3K dihadirkan tanpa ada biaya tambahan.

“Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan. Memasuki tatanan hidup baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Inovasi ini kami rangkai dalam sebuah inisiatif besar yaitu J3K. Inisiatif ini kami hadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan karena kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas,” katanya.

Jaga Kesehatan merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari. Salah satu inisiatif utama Jaga Kesehatan adalah mewajibkan pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik Posko Aman J3K di berbagai kota besar, serta kewajiban pengecekan suhu tubuh bagi karyawan mitra usaha GoFood.

Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek.

“Gojek juga fokus mengembangkan layanan GoMed sehingga kini pelanggan dapat membuat janji melakukan rapid test Covid-19, di samping juga bisa membeli vitamin, obat-obatan, membuat janji tatap muka dengan dokter dan lain sebagainya yang terkait layanan kesehatan, bekerja sama dengan layanan Halodoc,” jelas Nila Marita.

Sementara Jaga Kebersihan di dalam inisiatif J3K, adalah program Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem, salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet , dan hand sanitizer bagi para mitra driver.

“Upaya lain dalam menjaga kebersihan ekosistem adalah dengan menerapkan protokol kebersihan bagi mitra usaha GoFood. Mitra GoFood diimbau untuk menyediakan wastafel dan hand sanitizer bagi mitra driver, dan menjaga makanan tetap higienis. Di layanan GoFood, kami juga menyediakan daftar outlet mitra yang secara konsisten menerapkan penggunaan masker dan pengecekan suhu bagi karyawan, serta penggunaan segel pengaman pada kemasan,” ujarnya.

Adapun Jaga Keamanan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide (tahap uji coba), kewajiban driver menggunakan masker dan anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi, hingga tersedianya Zona NyAman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

Prosedur jaga keamanan juga sangat dioptimalkan untuk layanan GoFood, mulai dari hadirnya layanan GoFood pickup bagi pelanggan yang ingin mengambil sendiri pesanan di outlet mitra, hingga pengantaran tanpa kontak fisik (contactless delivery ) dengan opsi teks pesan cepat pada fitur Chat di dalam pesanan antara pelanggan-mitra driver yang juga berlaku untuk GoSend, GoShop, GoMart.

Di samping itu, Gojek juga menyediakan berbagai layanan seperti GoPlay, GoTix dan GoGames yang dapat dinikmati secara online agar masyarakat tetap dapat menikmati hiburan dengan cara yang aman.

“Kami juga mendorong agar pelanggan dapat mengutamakan transaksi menggunakan GoPay untuk menghindari kontak fisik, baik untuk transaksi layanan Gojek atau transaksi di merchant online atau offline,” jelas Nila.

Seluruh Inisiatif J3K Gojek untuk mendorong produktivitas di cara hidup baru mendapatkan tanggapan positif dari Ari Juliano Gema, Juru Bicara Satgas Penanganan Dampak COVID-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai pemain di industri yang tanggap akan situasi pandemi dan membuktikan secara nyata bagaimana perusahaan mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan dalam layanannya bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian nasional, termasuk di dalamnya industri pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan tetap memprioritaskan kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara Ridho, pelanggan Gojek lainnya yang selalu menggunakan jasa Gojek untuk aktivitas sehari-hari mengatakan, makin merasa aman menggunakan jasa driver Gojek, sejak ditingkatkannya keamanan pelanggan dan mitra, melalui inovasi baru Verifikasi Muka mitra driver yang berfungsi melakukan verifikasi identitas mitra sebelum menerima pesanan pelanggan.

“Jadi tak ada lagi yang namanya driver balap alias driver ilegal yang menggunakan identitas driver yang terdaftar di Gojek,” ujarnya.

Ia mengaku pernah menolak driver Gojek yang namanya tidak sesuai dengan yang terdaftar. Driver mengaku saudara dari yang punya akun, karena ia sedang beristirahat.

“Karena curiga, saya pun membatalkan pesanan dan memilih driver yang namanya sesuai dengan yang terdaftar,” tambahnya.

Ridho juga mengaku pernah memesan GoCar dengan mobil yang nomor polisinya tidak sama dengan yang terdaftar. Drivernya mengaku saudaranya yang punya akun, dimana mobilnya saat ini sedang di bengkel. Karena merasa tidak aman, ia pun membatalkan pesanan dan beralih pada yang sesuai dengan yang terdaftar di Gojek.

Menurut Hans Patuwo, Chief of Operations Officer Gojek, seperti dalam rilis resmi Gojek, fitur Verifikasi Muka atau facial recognition ini adalah teknologi pengenalan wajah lewat ‘selfie’ baik saat pertama kali login di aplikasi ataupun secara acak saat mitra driver sedang mengaktifkan aplikasi.

Fitur ini merupakan bagian dari komitmen Gojek untuk terus menjaga keamanan seluruh ekosistemnya melalui berbagai inovasi, serta menjawab kebutuhan mitra dan pelanggan akan layanan yang semakin aman dan nyaman. Fitur Verifikasi Muka ini memperkuat inisiatif #AmanBersamaGojek yang telah diluncurkan di awal tahun ini.

“Keberadaan teknologi Verifikasi Muka pada aplikasi driver, sangat krusial bagi keamanan ekosistem Gojek secara keseluruhan. Mitra Driver merupakan salah satu pihak yang memiliki peranan penting dalam seluruh aktivitas maupun transaksi dalam ekosistem Gojek,” tuturnya.

Fitur Verifikasi Muka dapat menjamin kesesuaian data dan informasi sekaligus melindungi keamanan akun mitra driver dari potensi tindak kejahatan atau penyalahgunaan akun. Bagi pelanggan, penerapan fitur ini di aplikasi driver, memastikan pengalaman yang aman dan nyaman saat menggunakan layanan Gojek.

Dalam menghadirkan fitur Verifikasi Muka, Gojek mempertimbangkan kemudahan serta kenyamanan mitranya. Untuk itu, Gojek menerapkan verifikasi muka, teknologi canggih dengan tingkat akurasi tertinggi. Hal ini membuat proses verifikasi berlangsung dalam waktu yang singkat, sehingga tidak mengganggu mitra driver saat harus melakukan verifikasi sebelum maupun setelah menjalankan transaksi.

Menurut Yudi, Mitra Driver Gojek dari Puruih Padang, fitur ini sangat ia nantikan. Akunnya jadi semakin aman, terhindar dari upaya oknum-oknum yang berusaha membajak akun mitra driver Gojek. Di sisi lain, kepercayaan pelanggan juga pasti meningkat. Mereka jadi tidakk perlu ragu driver yang datang berbeda dengan yang di aplikasi.

“Sebelum ada fitur ini, banyak akun-akun bodong hasil dari jual beli akun pemilik akun Gojek yang sudah tidak aktif. Dengan keluarnya fitur ini, mereka jadi tak bisa beroperasi lagi dengan menggunakan akun milik mitra Gojek yang tidak mau beroperasi lagi, namun tidak mau melepas akun yang mereka miliki,” katanya.

Alhasil, kepercayaan pelanggan meningkat dan sangat menguntungkan baginya dan rekan-rekan driver di lapangan.

Fitur Verifikasi Muka menurut Hans Patuwo, merupakan bagian dari Gojek SHIELD, yaitu rangkaian teknologi keamanan canggih
dan komprehensif dalam aplikasi Gojek yang dibangun oleh tim kelas dunia untuk melindungi pelanggan dan mitra.

Sebelumnya, Gojek SHIELD telah meluncurkan berbagai inovasi keamanan diantaranya penyamaran nomor telepon untuk melindungi data pribadi pelanggan dan mitra, intervensi chat yang memberi peringatan kepada pelanggan, jika ada aktivitas yang terdeteksi mencurigakan, serta teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi berbagai jenis penggunaan aplikasi secara ilegal.

Inovasi Verifikasi Muka juga merupakan kelanjutan dari perangkat keamanan lainnya yang sudah tersedia di aplikasi Gojek seperti Tombol Darurat, dan Fitur Bagikan Perjalanan. Gojek turut mendorong keterlibatan pengguna dalam upaya meningkatkan kualitas layanan.

Selain dengan memberikan penilaian atau rating yang akurat di akhir transaksi, secara bertahap pelanggan juga akan dapat memberikan masukan di tengah-tengah perjalanan, terkait beberapa hal yang menjadi standar layanan Gojek, antara lain kelengkapan dan kesesuaian atribut, kelayakan kendaraan, perilaku berkendara, ataupun sikap dan tata krama mitra dalam melayani penumpang.

Selain melalui teknologi, Gojek juga mengedepankan langkah edukasi dalam memastikan keamanan pelanggan dan mitra driver. Bekerja sama dengan berbagai pihak diantaranya Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Universitas Gadjah Mada. Gojek mengambil langkah terdepan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat terkait keamanan.

“Pemahaman ataupun literasi masyarakat, penting untuk melengkapi inovasi teknologi yang telah kami terapkan. Kombinasi dua hal tersebut, menjadi kunci utama untuk memastikan setiap pengguna baik mitra driver maupun pelanggan bisa terus #AmanBersamaGojek,” tutup Hans.

Sedangkan Boy Sandi, salah seorang warga Air Tawar Padang mengatakan, ia tetap setia menggunakan semua layanan Gojek, karena saldo GoPay-nya terjaga dengan aman. Ia jadi tidak merasa was-was, jika akunnya berhasil dicuri peretas, namun akhirnya tidak bisa mereka gunakan untuk bertransaksi.

“Saya merasa sangat safety, sejak GoPay mengaktifkan fitur Biometrik untuk melindungi transaksi. Sebagai layanan uang elektronik terdepan di Indonesia, GoPay bagian dari super-app Gojek, terus berkomitmen menunjang keamanan pengguna dalam bertransaksi non-tunai sehari-hari,” katanya.

Jadi bagi yang telah mengaktifkan fitur biometrik, berupa sidik jari dan verifikasi wajah guna memverifikasi transaksi non-tunai di luar layanan Gojek, keamanan uangnya di GoPay jadi lebih terjamin.

Menurut Budi Gandasoebrata, Managing Director GoPay, seperti dalam rilis resmi Gojek, fitur ini adalah bagian dari Gojek SHIELD, rangkaian teknologi keamanan pada aplikasi Gojek yang canggih dan komprehensif dengan kualitas terbaik di kelasnya.

“Saat ini fitur sidik jari telah tersedia di seluruh pengguna smartphone Android dan iOS, dan fitur verifikasi wajah mulai tersedia di platform iOS,” katanya.

GoPay berkomitmen terus menjadi layanan uang elektronik yang aman dan nyaman untuk pengguna. Selain PIN, pengguna juga dapat memanfaatkan fitur yang memanfaatkan identitas biometrik atau karakteristik fisiologis unik masing-masing pengguna, berupa sidik jari atau wajah untuk meningkatkan keamanan transaksi.

“Perlindungan transaksi GoPay juga semakin lengkap dengan proteksi ekstra ‘Jaminan Saldo GoPay Kembali’ yang menjamin kehilangan saldo GoPay yang terjadi di luar kendali pengguna. Kami berharap seluruh pengguna akan memanfaatkan seluruh fitur keamanan ini agar dapat bertransaksi dengan GoPay secara lebih maksimal,” katanya.

Selain fitur biometrik dan PIN, Gojek SHIELD juga mencakup berbagai teknologi yang menjaga keamanan pada platform Gojek. Termasuk salah satunya penerapan fitur keamanan berbasis kecerdasan buatan untuk mencegah peretasan dan penyalahgunaan akun pengguna.

Gojek dan GoPay juga kerap mengedukasi masyarakat luas agar selalu waspada dengan menerapkan langkah JAGA, yang merupakan akronim dari ‘Jangan transfer diluar aplikasi, Amankan Data Pribadi seperti kode rahasia OTP (One Time Password), Gunakan PIN dan fitur biometrik untuk verifikasi transaksi, dan segera Adukan hal mencurigakan kepada layanan pelanggan atau pihak berwajib.

Gojek berharap, dengan meningkatnya penggunaan internet selama pandemi, pelanggan dan mitra Gojek menjadi lebih aman dengan sistem yang telah disediakan Gojek. Pelanggan aman dari upaya penipuan daring yang menggunakan manipulasi psikologis atau lainnya. Sebagai super-app dengan pengguna terbanyak di Indonesia, Gojek memastikan keamanan sistemnya tetap terjaga. (hendri)

 

 

Pos terkait