Kepala BNPB Tinjau Ruas Jalan  yang Putus Akibat Bencana di Kuliek

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyato dan Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis tengah meninjau Jembatan Kayu Gadang, Lubuak Aluang yang ambruk, Kamis (8/5). -(darmansyah)

Parik Malintang – Hari ketiga di Sumatera Barat, Kamis (8/5), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyato, tinjau ruas jalan dan jembatan yang putus akibat bencana di daerah Kuliek, Sungai Buluah, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padasng Pariaman.

Di lokasi, Bupati Padang Pariaman, H. John Kenedy Azis yang mengajaknya, memaparkan tentang kondisi daerah tersebut. “Akibat putusnya jalan dan jembatan ini, sekitar 3.500 jiwa, warga kami, kini terisolasi, Jenderal,” ujarnya.

Menurut John Kenedy Azis, kesulitan ekonomi sudah dirasakan warga Kuliek sejak beberapa tahun lalu. Dan, satu-satunya jalan untuk membantu mereka agar bisa bangkit adalah dengan membangun kembali ruas jalan dan jembatan yang telah rusak atau hancur tersebut.

Buat rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan dan jembatan itu, kata Bupati Padang Pariaman, butuh dana yang tidak sedikit dan, tidak mungkin diharapkan dari dana pemerintah daerah. “Jadi, kami berharap adanya bantuan dari BNPB,” ulas John Kenedy Azis, berharap.

Baca Juga  Bupati Tanah Datar Temui BNPB Bahas Bantuan Korban Bencana Alam

Setelah melihat ruas jalan dan jembatan yang terdampak bencana di Kuliek, Batang Anai, Bupati John Kenedy Azis membawa Kepala BNPB meninjau Jembatan Kayu Gadang, Sikabu, Lubuak Aluang. “Jembatan ini dulu juga dibangun oleh BNPB. Belum berapa lama dipakai, ambruk lagi karena pondasinya tergerus arus sungai,” terang buapti, mantan Anggota Komisi VIII DPR-RI tersebut.

Sambil menunjuk ke seberang sungai (Batang Anai), Bupati John Kenedy Azis menjelaskan di sana ada sekitar 6.000 Kk yang terisolasi. “Dan, disana juga terdapat sebuah stadion, Stadion Sumatera Barat,” ungkapnya.

Menanggapi kondisi yang terjadi dilapangan, Kepala BNPB Suharyato menyebutkan bahwa persoalan itu perlu dipecahkan bersama. Dan, dia minta agar pemerintah daerah segera mengajukan permohonan untuk mendapatkan anggaran atau dana hibah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi atas ruas jalan dan jembatan yang rusak.

Menjawab wartawan, Suharyanto sempat mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam melakukan upaya penanggulangan atas bencana yang terjadi di daerahnya. Antara lain, yaitu dengan bergotong-royong melakukan pengerukan muara sungai, Batang Ulakan.

Baca Juga  BPBD Sumbar Terima Bantuan Kapal Cepat dari BNPB

Seperti telah diberitakan, untuk menyelamatkan ribuan warga dari ancaman banjir, Pemda Padang Pariaman sengaja menggelar alek besar, yaitu bergotong royong membersihkan dan melakukan pengerukan di muara sungai, Batang Ulakan. Kegiatan yang dihelat oleh jajaran pemereintah bersama Forofinda tersebut turut didukung oleh banyak pengusaha.

Kegiatan selama beberapa hari, beberapa pekan lalu itu, sangat diapresiasi banyak pihak. Hasilnya bagus. Muara sungai yang tadi tertutup, sudah terbuka Kembali. Air sudah kembali mengalir dengan lancar.

“Ya, mudah-mudahan warga kita di Kampuang Galapuang dan sekitarnya, tidak lagi kebanjiran dikala hujan,” harap Bupati John Kenedy Azis.

Menjawab wartawan, John Kenedy Azis mengatakan bahwa Padang Pariaman adalah etalasenya bencana. Apapun bentuk bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, abrasi, angin putting beliung, gempa dan bahkan tsunami ada di Padang Pariaman. “Makanya, kita selalu mengingatkan warga supaya tetap waspada akan bencan,” terangnya.  (dmr)