AGAM — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat nagari, Kelompok Tani (Keltan) Bungo Katelo, Jorong Batu Taba, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) bertajuk Sawah Pokok Murah (SPM). Program ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Agam yang digagas oleh Bupati Agam, Ir. Benni Warlis.
Sekolah Lapang ini diikuti oleh 20 orang peserta dari Kelompok Tani Bungo Katelo, dan didanai melalui APB Nagari Koto Tinggi tahun 2025. Peserta kegiatan juga berasal dari utusan 19 kelompok tani lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Nagari Koto Tinggi.
Wali Nagari Koto Tinggi, Geginda, menyampaikan kepada Singgalang, Kamis (24/4), bahwa kegiatan SL ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara efisien dan produktif. “Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di nagari melalui program unggulan SPM,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh Camat Baso, Imran Pangaduan, Bhabinkamtibmas, Ketua Badan Musyawarah Nagari (BAMUS) Koto Tinggi, serta para Wali Jorong se-Nagari Koto Tinggi.
SL SPM ini akan berlangsung dalam delapan kali pertemuan yang dipandu oleh tenaga teknis dari Dinas Pertanian Kabupaten Agam serta penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Baso. Materi yang disampaikan mencakup teknik budidaya padi yang hemat biaya namun tetap produktif dan ramah lingkungan.
Camat Baso, Imran Pangaduan, menyambut baik antusiasme peserta. “Saya berharap program ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berkelanjutan, guna mendukung ketahanan pangan di Kecamatan Baso dan Kabupaten Agam secara umum,” ujarnya. (Kas)












