Kelompok Tani Puji Semen Padang, Kaliandra Jadi Sumber Ekonomi Baru Nagari

PADANG PARIAMAN – Program kaliandra yang digagas PT Semen Padang disambut antusias oleh kelompok tani dan petani lokal di dua nagari, yaitu Nagari Limau Puruik dan Nagari Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Timur dan IV Koto Aur Malintang. Mereka menyebut program ini sebagai solusi baru bagi penghasilan masyarakat.

Koordinator Kelompok Tani Kaliandra Aur Malintang Selatan, Purdiman, mengungkapkan bahwa sebanyak 280 ribu batang kaliandra telah ditanam di lahan seluas 34 hektare. Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 35 petani lokal yang aktif dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman.

Menurut Purdiman, tanaman kaliandra menawarkan harapan baru bagi petani. “Dengan bimbingan dari PT Semen Padang dan HKm Sialangan, kami melihat hasil yang nyata. Harapan kami, perusahaan juga menjadi pembeli hasil panen agar ekonomi masyarakat terus bergerak,” ujarnya.

Baca Juga  DLH Sumbar Apresiasi Semen Padang Beri 16 Tong Sampah, Dukung Kebersihan Masjid Raya dan Sekolah

Salah satu petani, Hardison dari Nagari Limau Puruik, menanam 10 ribu batang kaliandra di lahan tidur seluas 1,5 hektare. Awalnya ragu, kini ia justru optimistis. “Dulu saya pikir kaliandra hanya untuk penghijauan. Tapi ternyata bisa jadi sumber penghasilan juga,” ungkapnya.

Para petani menyatakan bahwa program ini membawa dampak positif, mulai dari penggunaan lahan produktif, peningkatan pendapatan, hingga keterlibatan aktif masyarakat dalam program berbasis lingkungan. Mereka berharap program ini terus berkembang dan diperluas ke nagari lain.

Program kaliandra tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi berbasis desa. Para petani yang tergabung dalam kelompok tani mulai melihat potensi pasar biomassa jika ada kepastian pembeli seperti PT Semen Padang.

Baca Juga  Bupati Padang Pariaman JKA Temui Sejumlah Kementerian dan Pejabat Lembaga

Dengan panen yang dijadwalkan pada Agustus 2025, para petani kini fokus pada perawatan intensif tanaman. Mereka berharap hasil panen dapat membuka rantai pasok energi baru berbasis masyarakat dan didukung oleh pihak industri.

Program kaliandra dinilai sebagai bentuk kolaborasi ideal antara perusahaan dan petani, di mana masing-masing pihak saling menguatkan. “Ini bukan sekadar CSR, tapi investasi sosial jangka panjang,” kata Purdiman.

Melalui pendekatan kemitraan, PT Semen Padang dan kelompok tani telah membuktikan bahwa transisi energi hijau bisa dimulai dari desa, dengan petani sebagai pelaku utama perubahan. (*)