Kedatangan Perantau tak Terbendung, PPT Meningkat Capai 1.146 Orang

Dalam rangka melakukan pencegahan Covid 19 diperbatasan Sumbar, Jambi. Sejumlah penumpang bus yang hendak masuk wilayah Dharmasraya disemprot desinfektan. (ist)

PULAU PUNJUNG – Jumlah Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT) di Dharmasraya terus meningkat. Data ini hasil pengamatan petugas kesehatan. Posisi saat ini, Minggu (29/3), Senin ( 30/3) jumlah PPT mencapai 1.146 orang. Jumlah ini meningkat 100 orang dari hari sebelumnya yang hanya 1.046 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rahmadian, selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Dharmasraya, terus meningkatnya jumlah PPT atau yang saat ini juga dikenal dengan istilah OTG (Orang Tanpa Gejala) itu seiring dengan semakin banyaknya perantau yang pulang kampung ke Dharmasraya.

Menurutnya, kendati tidak memiliki gejala, para PPT ini tetap diminta mengisolasi diri selama 14 hari dan menerapkan physical distancing atau jaga jarak fisik dengan orang-orang sekitar. Selama 14 hari tersebut, mereka juga diminta terus melaporkan kondisinya kepada pihak kesehatan, via telepon atau Whatsapp.

Sedangkan untuk daftar Orang Dalam Pemantuan (ODP) atau yang memiliki gejala seperti demam dan batuk, saat ini tercatat sebanyak 53 orang. Jumlah ini sedikit menurun dari hari sebelumnya yang mencapai 59 orang. Itu artinya, ada sejumlah ODP yang kondisinya sudah membaik.

“Kita doakan orang-orang yang dalam pemantauan ini kondisinya terus membaik, sehingga jumlahnya semakin berkurang,” kata Rahmadian dalam pres rilisnya.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih ada 1 orang kasus lama, yaitu pasien usia 9 tahun yang saat ini tengah dirawat di RSUP M. Djamil Padang.

“Besok pasien akan swab test. Tapi sepertinya akan mengarah jadi pasien umum, karena pada hari ini si pasien tidak lagi dirawat di ruang isolasi,” pungkasnya. (roni)