Kecamatan X Koto Kembali Rekor Kasus Konfirmasi Covid-19

  • Whatsapp
Muharwan

BATUSANGKAR – Kecamatan X Koto kembali rekor dalam temuan kasus baru warga terkonfirmasi positif Covid-19. Selasa (27/10) ini, terjadi tambahan tujuh pasien baru dari sembilan kasus konfirmasi di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Rekor tertinggi di Kabupaten Tanah Datar juga dicatatkan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Padang Panjang itu, Sabtu (24/10), dengan 12 orang tambahan kasus baru dan angka terbanyak di Nagari Kotolaweh, tetangga terdekat Nagari Pandaisikek yang Selasa ini mencatat rekor kasus terbanyak.

Bacaan Lainnya

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan menjelaskan, selain tambahan pasien baru, sesuai hasil pemeriksaan sampel swab di laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, juga terjadi tambahan sembilan orang yang dinyatakan sembuh atau sudah negatif kembali.

‘’Untuk kasus baru, tujuh dari Kecamatan X Koto, satu dari Lintau Buo Utara, dan satu dari Sungai Tarab,’’ seburnya.

Muharwan merinci, pasien itu adalah:

KECAMATAN X KOTO
1. Laki-laki, umur 38 tahun, pekerjaan sopir, alamat Pandai Sikek.
2. Laki-laki, umur 13 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Pandai Sikek.
3. Perempuan, umur 8 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Pandai Sikek.
4. Laki-laki, umur 69 tahun, pekerjaan pensiunan, alamat Pandai Sikek.
5. Laki-laki, umur 5 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Pandai Sikek.
6. Perempuan, umur 52 tahun, pekerjaan rumah tangga, alamat Jorong Hilie Balai Nagari Paninjauan.
7. Perempuan, umur 43 tahun, pekerjaan ASN Kota Padang, alamat Sungai Talang Paninjaun.

KECAMATAN LINTAU BUO UTARA
1. Laki-laki, umur 18 tahun, pekerjaan mahasiswa, alamat Jorong Sembayan Nagari Tanjung Bonai.

KECAMATAN SUNGAI TARAB
1. Perempuan, umur 52 tahun, pekerjaan tenaga kesehatan, alamat Jorong Belerong Bunta Nagari Rao-rao.

Sementara itu, pasien yang sudah kembali negatif atau sembuh berasal dari Kecamatan Limo Kaum, X Koto, Tanjuang Baru, Sungai Tarab, dan Salimpauang. Mereka berasal dari beragam profesi, di antaranya Tenaga Harian Lepas (THL), guru, Aparatur Sipil Negara (ASN), ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, dan pegawai swasta.

‘’Sudah 371 orang warga Tanah Datar yang terinfeksi penyakit menular itu. Sebelas orang dari jumlah itu meninggal dunia, 221 orang sudah kembali sembuh, selebihnya menjalani perawatan di berbagai rumah sakit dan dikarantina di berbagai tempat,’’ jelasnya.

Untuk yang dirawat, terdiri dari tiga orang di RSUD Pariaman, dua orang di RSUP M Djamil Padang, delapan orang di RSAM Bukittinggi, empat orang di RS Ibnu Sina Padang Panjang, tiga orang di RSUD Padang Panjang, lima orang di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar, dan satu orang dirawat di RS Unand Padang.

Ada tujuh orang yang menjalani karantina di PPSDM Baso, dua orang di Padang Panjang, dan 104 orang isolasi mandiri. Sementara Suspek 21 orang, Probable dua orang dan pelaku perjalanan 37 orang.(musriadi)

Pos terkait