LUBUK BASUNG – Proses tracking terhadap pasien covid-19 di Agam, penyebarannya dibagi dalam tiga klaster yakni JN, AG dan WM.
BUpati Agam Indra Catri, Jumat (8/5) mengatakan, ketiga klaster tersebut memiliki memiliki karakter yang berbeda dan cukup menarik untuk dicermati dan terlihat berpengaruh terhadap pola penyebaran Covid-19 di Agam.
Untuk kasus “JN” misalnya, sebagai Urang Sumando di Agam, dalam kesehariannya lebih banyak memanfaatkan waktunya bekerja di Payakumbuh. Kalau pulang ke rumah anaknya di Padang Tarok biasanya sudah larut malam dan besok pagi-pagi sudah kembali lagi ke Payakumbuh. Waktunya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya terbatas di Padang Tarok.
Hal ini dibuktikan hanya salah seorang dari dua anaknya yang terpapar Covid-19 di Padang Tarok.
Beda halnya dengan “AG” di Koto Baru Baso. Dia merupakan sosok yang komplit selaku orang Agam. AG tokoh di kampungnya.
Sebagai seorang perajin peralatan pancing yang memiliki banyak kontak dan langganan, dan sosok orang tua yang taat beribadah ke masjid dan memiliki pergaulan cukup luas, baik di pasar maupun di lapau. Berdasarkan hasil hasil tracking terhadap cluster “AG” ternyata rekam jejaknya sangat luas.
Fakta lapangan menunjukan aktifitasnya sangat bervariasi. Juga tercatat sebagai jemaah Shalat Jumat dan Tarawih di Surau Labuah. Sempat singgah di Pasar Koto Baru dan Pasar Baso, serta mengunjungi beberapa toko langganannya di Aur Kuning Bukittinggi.












