Kapolres Tanah Datar Koordinasi Soal Naiknya Ongkos Angkutan Umum

Rapat koordinasi diikuti Kapolres AKBP Ruly Indra Wijayanto. (ist)
Batusangkar–Pemerintah tidak bisa menghindari menaikan harga BBM subsidi. Hal itu tentunya akan berdampak pada naiknya tarif angkutan darat sehingga akan ikut memengaruhi daya beli masyarakat.
Bahkan, kenaikan BBM bersubsidi juga berdampak pada tingginya inflasi, dan gejolak ekonomi serta kondisi sosial di tengah masyarakat.
Untuk ini, Kapolres Tanah Datar AKBP Ruly Indra Wijayanto, S.I.K ,M.Si bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan Tanah Datar kemarin.
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kerja Kadishub itu, Ruly melakukan sosialisasi dan edukasi, untuk menindak lanjuti program pemerintah pengalihan subsidi BBM.
Kapolres mengajak seluruh Instansi terkait baik Dishub maupun Organda bekerja sama mendukung program pemerintah dan menjadi penyambung lidah.
“Saya mengajak Dinas Perhubungan untuk mensosialisasikan pengalihan subsidi BBM pada masyarakat,” ucap Ruly.
Diutarakannya,  program pengalihan subsidi BBM sudah dimulai sejak 3 September 2022. Program tentu akan diikuti dengan naiknya tarif angkutan, daya beli masyarakat termasuk total biaya transportasi.
“Untuk itu kita harus bekerjasama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi BBM,” katanya.
Terkait kenaikan tarif angkutan, Kapolres Ruly menyarankan Organda, pengusaha jasa angkutan dan Dinas Perhubungan dapat membicarakan bersama sehingga kenaikan tarif dapat diterima semua pihak.
Kapolres Tanah Datar saat itu didampingi Kabag Ops, Kasat Binmas, Kasat Lantas AKP. Yulisman dan Kadis Perhubungan H. Nusirwan. (ydi)