Kapolda Resmikan Gedung Mako Polairud

  • Whatsapp
Ketua Bhayangkari Sumbar, Ade Fakhrizal, didampingi Kapolda dan Danlantamal, Laksma TNI Agus Sulaiman memotong pita tanda diresmikannya gedung Mako Polairud, Kamis (28/3). (Guspa)

PADANG – Gedung baru markas komando Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumbar, diresmikan pemakaiannya oleh Kapolda, Irjen Pol. Fakhrizal.

Gedung berlantai tiga yang memiliki kemiripan dengan Mapolda di Jalan Sudirman Padang dibangun sementak tahun lalu. Dengan adanya gedung tersebut diharapkan dapat membangkitkan gairah dan semangat kerja personil Polairud.

Baca Juga

Mako Polairud tersebut berada dekat TPI Bungus. “Dulunya di sini (Mako Polairud) kan berbentuk pos, sekarang sudah menjadi gedung yang cukup megah, “ujar Kapolda Sumbar, Kamis (28/3).

Dengan gedung baru tersebut, diharapkan personil Polairud dapat meningkatkan semangat kerja dan meningkatkan kinerja pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat.

Dikatakan Kapolda, untuk pengamanan ketertiban di perairan Sumbar, diturunkan sekitar 160 personel yang bertugas melakukan pengamanan dan penertiban di laut.

Dalam menjalankan tugas dibantu personel Polairud di tujuh Polres se- Polda Sumbar.

Diceritakan, dengan adanya semangat kerja yang terbangun, kawasan perairan Sumbar khususnya dibidang kriminal laut bisa diantispasi dengan baik.

Untuk pengamanan Pemilu, Kapolda menyebut pihaknya juga mengintruksikan untuk diperbantukan dalam pengamanan pemilu di daerah Kepulauan Mentawai.

“Untuk pengamanan di wilayah kepulauan diutamakan polisi air dan sedikitnya ada 75 personil yang dilibatkan,” ujar Kapolda.

Direktur Ditpolairud Polda Sumbar, AKBP Soelistijono menuturkan dengan kehadiran gedung baru berharap sesuai arahan Kapolda tugas personil Polairud menjadi lebih meningkat dan lebih baik lagi sesuai tupoksi.

“Keamanan dan ketertiban di perairan lebih baik dengan kehadiran bangunan baru ini,” ujarnya.

Dikatakan untuk patroli di laut, Polairud Polda Sumbar memiliki 11 kapal di tambah kapal dari Satuan Air tujuh Polres.

Tentang tindakan kriminal di perairan, Dir Polairud itu menyebut tidak begitu mendominasi dan mengkhawatirkan. Namun, sejauh ini yang sering ditindak adalah kerawanan tentang penggunaan alat tangkap ikan oleh mayarakat.

Memasuki masa pemilu, atas atensi pimpinan difokuskan untuk pengamanan pemilu untuk daerah kepulauan sesuai tupoksi yang telah ditentukan.

Begitu juga potensi kerawan keamanan pemilu, Soelitijono menyebut hampir sama dengan daerah daratan terutama hal pergerakan masyarakat melakukan kampanye antar pulau.

“Memang ada kegiatan kampanye dari pulau ke pulau, kami fokus pada pengamanan untuk antisipasi terjadinya kecelakaan di laut,” ujarnya. (guspa)

 

Berita Terkait