KAN Padang akan Tentukan Sikap, Pasca Peristiwa Caruik di Pantai Padang

  • Whatsapp
Syofyan, SH. Dt. Bijo

PADANG-Walaupun One One yang bercarut pungkang kepada Walikota Padang sebagai mana viral dalam dua hari ini telah menyampaikan permohonan maaf kepada Mahyeldi Ansyarullah, namun ninik mamak kota Padang tetap akan mengadakan musyawarah dalam waktu dekat.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Forum Komunikasi Kerapatan Adat Nagari (F.KAN) Kota Padang Syofyan Nurza Dt. Bijo SH, Sabtu (8/8) ini.

“Saya sudah mendengar dan menonton langsung video permintaan maaf itu, kita menghargai itu. Tapi kami para ninik mamak tetap akan membahas masalah ini” kata Syofyan.

Melalui sebuah rekaman video yang disebarkan ke grup grup WA dan Facebook, tampak seorang perempuan separuh baya berjilbab, didampingi Maidestal Hari Mahesa yang mengaku kenal dekat dengan ibu yang telah membuat heboh itu.

“Saya dekat dengan keluarga ibu Eni ini, saya kenal sekali dengan anak anak beliau Esi, Riki dan semua keluarga” kata Maidestal.

Setelah menyampaikan pengantar dengan menambahkan bahwa ibu yang depan nya sudah viral dan membuat heboh jagad maya sejak kemaren, Maidestal kemudian mempersilakan wanita yang sedang berwajah murung itu berbicara.

Diawali memperkenalkan diri sebagai PKL Tapi Laut di Berok dengan ama Eni kemudian menyampaikan permintaan maaf. “Ambo pedagang, namo Erni, ambo pedagang pantai, jalan Samudera, ambo alah tadorong, mengecek nan indak pantas, ambo minta maaf pado pak wali. Ambo maraso malu, apak malu, ambo pun malu, ambo minta maaf,” katanya.

Selain minta maaf Erni juga menyebutkan bahwa dia menyesal atas kejadian itu dan tidak menyangka kejadian itu akan diketahui oleh orang banyak. Tidak seperti dalam video yang viral sebelumnya dimana ibu itu kelihatan garang dan sangat bagak, pada video kedua itu wanita itu walaupun dengan wajah murung, tampak cukup tenang dan tak seperti orang bagak.

Atas pertanyaan Maidestal tentang harapannya kepada Mahyeldi, dia menyampaikan agar diberikan kesempatan berjualan seperti semula. Selain itu dia berharap juga bertemu langsung dengan walikota untuk minta maaf.

Sebagaimana yang telah viral sejak kemaren, sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita berjilbab berteriak teriak dan menyebut kata kata kotor yang tak pantas didengar orang banyak terutama anak anak daerah ini. Sementara seorang laki laki yang ternyata walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah yang baru saja turun dari sepeda.
Perempuan itu dan dua wanita lain menghardik hardik walikota sambil menghempaskan barang barang yang ada disekitarnya. Dengan jelas dapat didengar ucapannya, menyebut walikota telah berkata kata kasar kepada mereka.
Terdengar kata kata menyebut etnis tertentu dengan tambahan kata kotor yang dirangkai dengan maki-maki kepada walikota.

Sementara terdengar pula suara laki laki menimpali dengan kata kata tuduhan kepada Walikota dan diakhir katanya laki laki itu menyebut walikota setelah tak lagi menjabat nanti akan diinjak injak orang. Kata kata yang keluar dari orang orang dalam video itu menurut Syofyan Dt Bijo adalah sangat tak beradab.

“Saya sudah mengeluarkan statemen sejak kemarin, ini sangat keterlaluan dan sangat memalukan” katanya.

Walikota Mahyeldi itu ninik mamak, saya selaku ninik mamak malu sekali kepada Mahyeldi. “Orang bisa menyimpulkan dengan melihat video itu, orang Padang tak bataratik, sehingga dengan kejadian ini kami akan menentukan sikap” katanya.

Syofyan Dt. Bijo.menyebutkan persoalan ini bukan banya persoalan Mahyeldi atau Pemko Padang, tapi ini telah membuat tersinggung warga kota Padang.

“Walikota itu pemimpin kita, jadi masalah itu.masalah kita bersama” ujarnya.

Tentang permintaan maaf, dan Mahyeldi telah memaafkan, Dt Bijo mengatakan, itu kita hargai. “Permintaan maaf itu akan menjadi pertimbangan nantinya, sebab masalah ini bukan masalah pribadi Mahyeldi saja.” tambahnya.

Yang jelas kata Dt. Bijo, Ninik Mamak tidak bisa membiarkan kasus ini didiamkan begitu saja. Dikatakan, bisa saja persoalan menjadi persoalan hukum baik terhadap ibuk ibuk bersuara lantang itu, maupun terhadap yang membuat dan menyebarkan video. “Pelanggaran hukumnya sudah jelas, kita lihatlah dulu” tambahnya. Khud

Pos terkait