Padang  

Kakanwil Kemenkumham Sumbar ke Imigrasi Padang, Umrah Diizinkan Pembuatan Paspor Meningkat

PADANG – Animo masyarakat pembuatan paspor di kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang membludak, Selasa (19/4). Peningkatan itu, karena sudah dibukanya perjalanan umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

“Membludaknya masyarakat yang membutuhkan pelayanan pembuatan paspor, karena dampaknya kebijakan Pemerintah Arab Saudi membuka akses beribadah umroh. Begitupula perjalanan luar negeri lainnya, seperti Malaysia,” ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, R Andika Dwi Prasetya didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumbar Novianto Sulastono dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Napis disela-sela peninjauan ke Kantor Imigrasi Padang Jalan Khatib Sulaiman nomor 50, Selasa (19/4).

Lebih lanjut dijelaskannya, kalau terhitung 8 Januari 2022 lalu, Pemerintah Arab Saudi sudah membuka perjalanan umroh ke negaranya. Sehingga berdampak terhadap pelayanan pembuatan paspor. Terlihat, Selasa (19/4) ada beberapa warga asal Sijunjung dan Solok Selatan yang walk in langsung ke Kantor Imigrasi mengurus paspor untuk pergi umroh. Belum lagi perjalanan luar negeri lainnya, pun sekarang mulai mengurus paspor kembali.

Kondisi tersebut berbanding terbalik ketika wabah pandemi Covid-19 sedang ‘merebak’. Perharinya, tak sampai 10 orang yang mengurus paspor.

Baca Juga  Dana TKD Dikembalikan, Padang Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Mitigasi Pascabencana

“Peningkatan masyarakat membuat paspor sudah terjadi sejak sebulan terakhir ini. Kini untuk pembuatan paspor hampir 70 orang perharinya,” ucap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang, Napis, seraya menyebutkan kalau setiap tahun Imigrasi selalu berinovasi. Diantaranya untuk mudahkan masyarakat pembuatan paspor ada M-Paspor dan Eazy Paspor.
Khusus M-Paspor, saat ini sedang mengalami perbaikan. Kalau Easy Paspor masih tetap berlanjut.

“Sesuai permintaan masyarakat untuk pembuatan paspor, kami akan mendatangi mereka langsung. Minimal 30 orang yang membuat paspor. Kami akan menjangkau masyarakat tersebar di wilayah Imigrasi Kelas I TPI Padang,” jelasnya.

Inovasi selanjutnya adalah, tersedianya gerai pelayanan pembuatan paspor di Mall Pelayanan Publik. Dikatakan Napis, gerai pelayanan paspor sudah ada di MPP Sawahlunto dan Pariaman serta Padang. Begitu pula gerai-gerai serupa pun sudah ada di kampus. Kemudian memberikan kemudahan kepada masyarakat usia diatas 60 tahun, bisa datang langsung ke kantor Imigrasi Kelas I TPI Padang tanpa antrian.
Terkait pelayanan tersebut, ditegaskan didampingi Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumbar Novianto Sulastono, petugas melayani dengna sepenuh hati.

Baca Juga  Mengenal Nano Nani, Si Boneka Tali Asal Indonesia

“Apabila apabila masyarakat memang tidak terlayani dengan baik. Silakan disampaikan melalui divisi atau kantor Imigrasi Padang dan Agam,” tegas Novianto Sulastono seraya mengatakan personil sudah siap stand by di entry point kedatangan keluar dan masuk Air Asia jika penerbangan luar negeri sudah dibuka di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Saat ini penerbangan luar negeri di BIM masih menunggu izin dari pemerintah.
Dan terkait pengawasan orang asing di Sumbar tidak pernah kendor apalagi dimasa pandemi Covid-19. “Tim pora tetap eksis. Bergulit terus melakukan pengawasan terhadap orang asing. Apalagi, perjalanan luar negeri sudah dibuka kembali,” ucapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, selama 2022 sudah lima orang WNA dideportasi. Empat orang WNA ditemukan di Padang dan satu orang di Agam. Kesalahan mereka adalah tinggal di wilayah Indonesia melebih batasnya atau over stay tanpa melaporkan keberadaannya di Sumatera Barat.

Ada 198 orang asing menetap dan tinggal di Sumbar. Pada umumnya mereka berkerja dan menetap di Padang, Bukittinggi dan Pasaman Barat. (009)