PARIAMAN – Enam warga Kota Pariaman yang melakukan kontak dengan pasien Covid- 19 asal Lubuk Basung, Agam, setelah dilakukan uji swabnya di Labor Unand Padang ternyata negatif. Orang Tanpa Gejala (OTG) ini berada di perumahan Jati Raya Indah, Kelurahan Jati Hilir, Kecamatan Pariaman Tengah.
Plt. Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul mengatakan, hasil uji swab yang dikeluarkan oleh Laboratorium FK Universitas Andalas Padang, telah di terima. Hasilnya, negatif semuanya, sehingga status OTG terhadapnya dicabut.
“Hasil tes swab Labor Unand menyatakan enam warga Pariaman yang masuk dalam status OTG itu adalah negatif. Status OTG terhadapnya dicabut”, ucapnya, Kamis (14/5) di Pariaman.
Dikatakannya, sebenarnya ada 8 orang yang mendapatkan status OTG, tetapi hanya 6 orang yang dilakukan uji swab, karena 2 orang lagi masih balita, sehingga tidak dilakukan uji swab.
“Ke 8 orang tersebut merupakan 2 keluarga (2 rumah) yang berdomisili di perumahan jati di Kecamatan Pariaman Tengah, dan mereka saat ini telah melakukan isolasi mandiri dan mendapatkan support dari masyarakat setempat,” ujarnya.
Syahrul mengatakan, kepatuhan mereka selaku orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 kluster Lubuk Basung, patut dicontoh oleh warga Pariaman lainnya, karena mereka dengan penuh kesadaran menghubungi Gugus tugas Covid-19 Pariaman untuk diuji swab.
“Kejujuran adalah point utama bagi kami dalam menangani Covid-19. Mereka dengan penuh kesadaran menghubungi kami dan minta dilakukan uji swab. Tanpa kejujuran seperti mereka kami tidak akan bisa bekerja maksimal, dan hal ini perlu dicontoh,” tukasnya.
Selain itu, Syahrul juga memuji kekompakan warga Perumahan Jati Raya Indah yang langsung membuat jaring pengaman sosial selama 8 orang tersebut menjalani isolasi mandiri di rumahnya, sembari menunggu hasil uji swabnya keluar.
“Kami sangat apresiasi warga komplek yang telah memberikan keteladanan dalam mitigasi Covid-19, dimana para tetangga membelikan kebutuhan harian para OTG, mulai dari makanan pokok, makanan bayi, air mineral dan segala keperluan lainnya, dan tidak tampak ada penolakan dan kepanikan oleh tetangga, malah perlindungan yang mereka lakukan,” tutupnya. (agus)












