Kabar Baik, PDP RSUD Sawahlunto yang Dirujuk ke RSAM Negatif Covid-19

Walikota Deri Asta, didampingi Wawako Zohirin Sayuti, Sekretaris Gugus Tugas Adri Yusman dan Plt. Sekda, Irzam tengah menjelaskan mengenai PDP RSUD Sawahlunto yang dirujuk ke RSAM yang negatif Covid-19 dan kesiapan menghadapi PSBB.(armadison)

SAWAHLUNTO – Seorang pasien dalam pengawasan RSUD Sawahlunto yang dirujuk ke RS Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi negatif covid-19. Karantina terhadap sepuluh medis RSUD Sawahlunto yang sempat menangani pasien itu pun berakhir.

Alhamdulillah, hasil swab pertama dan kedua PDP yang kita rujuk ke RS Achmad Muchtar negatif covid-19,” kata Walikota Deri Asta didampingi Sekretaris Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Adri Yusman di RSUD Sawahlunto, Selasa (21/4).

Dikatakannya, hasil negatif dari dua kali swab pada tenggorokan dan hidung semakin memperkuat keyakinan kalau pasien itu tidak terinfeksi Covid-19. Tenaga medis yang sempat dikarantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT) Sungai Durian sudah boleh pulang.

Dikemukakan walikota, mengantisipasi penularan atas hasil rapid test dugaan terinfeksi covid-19, sepuluh tenaga medis dikarantina di BDTBT. Tenaga medis itu, dokter, perawat dan pegawai RSUD lainnya.

“Kita selalu berharap, masyarakat kota ini terjauh dari terinfeksi covid-19. Kewaspaan kita mencegah penyebaran covid-19 terus ditingkatkan dan selalu mengikuti protokol kesehatan,” ujar Deri.

Sementara itu Direktur RSUD Sawahlunto Ardianof menjelaskan, pasien lelaki dari Padang Sibusuk, Kabupaten Sijunjung itu datang ke RSUD Sawahlunto pada Selasa (14/4) dengan keluhan demam dan sesak nafas dengan riwayat penyakit asma dan rabu basah. Ketika dilakukan rapid test, saat itu diduga pasien terinfeksi Covid-19 sehingga di rujuk ke RSAM, Bukittinggi.(cong)