John Kenedy Azis Habiskan Reses bersama Masyarakat

oleh
John Kenedy Azis dan tokoh masyarakat Koto Bangun, Syamsul Mikar serta pengurus LKAM Sumbar dalam acara menaiki balai adat di Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (11/9).-(darmansyah)

PARIAMAN – Anggota DPR-RI, John Kenedy Azis, telah menghabiskan lebih satu minggu waktu resesnya di daerah pemilihan, Sumatera Barat-2. Hampir tak ada waktu buatnya istirahat. Dari pagi dan, kadang hingga tengah malam, dia pergunakan untuk mendengarkan aspriasi masyarakat.

Anggota Komisi III DPR-RI itu mulai turun, Senin (5/11) lalu, dan hingga kini masih menyelesaikan beberapa agenda pertemuan di wilayah Pariaman dan  Padang Pariaman.

Agenda resesnya di Agam, Pasaman, Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Cukup padat. Mulai dengan mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah daerah, meninjau daerah terkena dampak bencana hingga menghadiri acara menaiki balai adat di daerah Kapur Sembilan, Limapuluh Kota.

John Kenedy Azis mengaku puas, bisa bertemu dan mendengarkan aspirasi-aspirasi dari masyarakat. Cukup banyak yang perlu dia perjuangkan sebagai wakil rakyat.
Menurutnya, Sumatera Barat memang perlu perhatian khusus dari pemerintah pusat. Salah satunya berkaitan dengan masalah kebencanaan. “Daerah ini kan sangat rawan dengan bencana, tidak hanya gemba, banjir dan longsor, tetapi juga tsunami.

Dia mengatakan, sekarang cukup banyak inprastruktur yang rusak akibat bencana di Sumbar yang belum tertangani secara baik. Ada jembatan yang hanyut, irigasi yang bobol dan jalan yang putus.

Di sisi lain, John Kenedy Azis juga melihat perlunya perhatian serius dari pemerintah berkaitan masalah pendidikan dan kesehatan masyarakat. Sebab, masih banyak sekolah yang tidak memiliki guru (kecuali honorer).

Menurut John Kenedy Azis, mungkin perlu rekrutmen khusus, sehingga para guru-guru honorer yang ada bisa diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebelumnya, John Kenedy Azis juga sempat mengapresiasi upaya masyarakat di Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur Sembilan dalam mepertahankan nilai-nilai adat di daerahnya. “Koto Bangun patur dijadikan contoh bagi masyarakat Sumatera Barat,” ujarnya. (darmansyah)

 

Loading...