PARIKMALINTANG – Bupati Padang Pariaman meminta warganya supaya berheni membuang sampah ke sungai, ‘batang aie’ atau ke selokan.
“Buanglah sampah pada tempatnya. Misalnya di belakang rumah atau ke kebun, yaitu dengan cara membuatkan lobang dan kemudian menimbunya,” ujar Bupati John Kenedy Azis.
Pesan itu disampaikan John Kenedy Azis ketika menjawap pertanyaan wartawan disela-sela kegiatan gotong-royong menormalisasi aliran dan muarat Batang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakih, Padang Pariaman, Minggu (20/4).
Menurut Bupati JKA, membuang sampah ke aliran sungai atau selokan tidak hanya dapat mencemarkan air dan menggangggu kesehatan, tetapi juga bisa mengundang banjir, seperti yang terjadi di banyak daerah.
John Kenedy Azis berharap, masyarakat Kabupaten Padang Pariaman bisa melestarikan budaya hidup bersih.
“Ya, mari kita jaga kebersihan. Kita lestarikan dan budayakan pola hidup bersih ini ditengah-tengah masyarakat. Ini perlu untuk masa depan daerah dan anak-anak,” katanya.
Menurut Bupati, sebagian peristiwa banjir di Padang Pariaman itu dipicu karena sampah yang dibuang sembarangan.
Akibat pembuangan sampah tersebut aliran sungai dan kesehatan masyarakat juga terganggu
Gotong-royong
Seperti telah diberitakan, dalam rangka mengantsisipasi ancaman banjir bagi warga Kampuang Galapuang dan beberapa pemukiman warga di Kecamatan Ulakan Tapakih lainnya, Bupati John Kenedy Azis Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) mengajak seluruh elemen masyarakat bergotong-royong, menormalisasi aliran dan muara Batang Ulakan.
Kegiatan yang turut didukung sejumlah pengusaha dan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS), tadinya akan digelar dua hari, Sabtu dan Minggu (19-20/4).
Namun, untuk lebih memaksimalkan hasilnya, diperpanjang hingga beberapa hari.
Mudah-mudahan, harap Bupati, dengan dilakukannya normalisasi aliran dan muara Batang Ulakan, masyarakat Kampuang Galapuang dan beberapa pemukiman lainnya bisa terbebas dari ancaman banjir.
“Kasihan masyarakat, sudah lebih 10 tahun menjadi langganan banjir,” ujar Bupati John Kenedy Azis.
Menjawab wartawan, John Kenedy Azis menjelaskan, penyebab utama terjadinya banjir di daerah itu adalah karena tertutupnya muara Batang Ulakan.
Disamping banyaknya tumpukan sampah dan pohon kayu disepanang bantaran sungai.
Menurut Bupati, sebenarnya kegiatan menormalisasi aliran dan muara Batang Ulakan itu bukanlah pekerjaan ringan. Sangat berat dan, sangat layak dikerjakan melalaui proyek nasional.
“Sebab itu, kita juga berharap ada perhatian dari pusat untuk menyelamatkan masyarakat Padang Pariaman dari bahaya banjir,” ujarnya. (213)












