Jembatan Beringin Sudah Bisa Dilewati, Terima Kasih Semen Padang

oleh
Jembatan gantung Beringin di Kelurahan Beringin, Lubuk Kilangan, yang sempat putus akibat banjir kini bisa dilalui setelah diperbaiki PT. Semen Padang. (givo alputra)

PADANG-Tapak demi tapak kembali menginjakan kaki di atas jembatan gantung Beringin di Kelurahan Beringin, Lubuk Kilangan, Padang, Selasa (20/11). Bunyi alas kaki berbarengan dengan senyuman warga yang sumringah.

Jembatan yang merupakan akses bagi warga setempat sudah diperbaiki PT Semen Padang, setelah nyaris putus akibat meluapnya sungai batang beringin pada Jumat dua November lalu.

“Terima kasih Semen Padang, saya beserta warga lain sudah bisa beraktifas normal lagi sekarang,”ucap Rusli (60) warga Beringin kepada Singgalang.

Saat jembatan itu rusak, aktifitas warga setempat terganggu untuk bepergian ke daerah tetangga. Warga harus memutar sekitar dua kilometer melewati Simpang Patai untuk menuju ke Bandar Buat yang merupakan jalan utama Padang-Indarung.

Bahkan sejumlah warga nekat dan terpaksa meniti jembatan yang nyaris putus dan miring itu. Jika terjatuh, derasnya air sungai Beringin bisa saja menghanyutkan mereka. Jembatan yang menghubungkan Kampung Beringin dan Kampung Pulai, itu juga tak luput dari para pelajar untuk menyeberanginya agar bisa kesekolah.

“Saya secara pribadi bangga dengan Semen Padang, karena langsuang cepat tanggap melihat kondisi ini,”tambah Rusli.

Tentu hal tersebut sudah berbeda sekarang. Selain berpengaruh terhadap aktiftitas warga, namun juga berdampak kepada ekonomi warga setempat. Pasalnya jembatan gantung dengan panjang jembatan kurang lebih 50 meter dan lebar 2 meter itu merupakan akses “utama” bagi warga.

“Ratusan KK setiap hari melalui jembatan ini,”tambah Rusli.

Hal senada juga dilontarkan, Jaliyun (42). Diakui Jaliyun, dengan diperbaikinya jembatan oleh Semen Padang sangat berpengaruh terhadap aktifitasnya, terutama mengantar anaknya ke sekolah.

“Sangat senang, anak anak kami sudah bisa berangkat normal kesekolah. Saat jembatan rusak, kami terpaksa memutar berkilo kilo meter,”tutur Jaliyun.

Jaliyun mengatakan, saat ini dia sudah bisa belanja kebutuhan dapurnya ke kampung Beringin. Sebelunya Jaliyun terpaksa membeli kebutuhan dapur ke Bandara Buat.

Selain itu, jembatan gantung yang mampu menahan beban seberat 400 Kg itu merupakan bagian dari komitmen perusahaan yang peduli terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, termasuk Kelurahan Baringin ini.

Jembatan Baringin ini, memang dulu dibangun oleh PT Semen Padang. Kini, pasca banjir,  jembatan gantung itu dibangun lagi oleh pabrik semen kebanggaan Sumatera Barat ini. (givo)

Loading...