AROSUKA — Menjelang bulan suci Ramadhan, suasana di Pasar Raya Solok tampak lebih ramai dari biasanya. Lapak pedagang daging sapi dan ayam dipadati pembeli sejak pagi hari. Masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok untuk persiapan sahur dan berbuka puasa.
Salah seorang pedagang “Eri, menyebutkan harga daging sapi saat ini mencapai Rp200 ribu per kilogram. Meski harga terbilang tinggi, pembeli tetap ramai karena kebutuhan menyambut ramadhan meningkat.
Selain daging, harga cabai juga mengalami kenaikan. Saat ini, cabai dijual dengan harga Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang 25ribu per kilogram. Ini menjadi salah satu bahan pokok yang paling banyak dicari warga untuk kebutuhan memasak selama bulan puasa.
Sejumlah pembeli mengaku memilih berbelanja lebih awal untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga di bulan puasa. Mereka khawatir permintaan yang terus meningkat dapat memicu lonjakan harga.
Menariknya, lonjakan penjualan daging tidak hanya terjadi di dalam pasar. Menjelang Ramadan kios daging dadakan juga bermunculan di sejumlah persimpangan kota Solok. Kios sementara ini memudahkan masyarakat mendapatkan daging tanpa harus masuk ke area pasar yang padat.
Warga menilai keberadaan kios daging dadakan cukup membantu, terutama bagi mereka yang ingin berbelanja cepat.
Namun demikian, masyarakat berharap pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan, baik dari sisi harga maupun kualitas daging, agar keamanan pangan tetap terjaga selama Ramadan.
Sementara itu, aktivitas di dalam pasar terlihat lebih padat dibanding hari biasa. Area parkir dan akses keluar masuk pasar juga dipenuhi kendaraan warga. Pedagang berharap pasokan tetap lancar agar harga tidak melonjak lebih tinggi dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik (yn)












