Jaringan Narkoba Internasional Didor di Payakumbuh

oleh -3.923 views
Petugas kepolisian Limapuluh Kota menangkap jaringan narkoba lintas negara. Bayu

PAYAKUMBUH-Kepolisian Resor Payakumbuh mengungkap jaringan narkoba internasional Selasa (18/12) sore. Pelaku berjumlah empat orang. Memasok sabu asal Malaysia untuk diedarkan di Ranah Minang lewat jalur Riau.

“Pelaku dua pasang. Dua diantaranya, suami istri,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP, Endrastyawan Setyowibowo , kepada Singgalang, tadi malam.

Keempat pelaku masing masing diketahui bernama Muhammad Zadirun (25) asal kampung Bukit Barisan, Kota Pekanbaru dan istrinya Nofia alias Nofi alias Vivi (23). Keduanya disinyalir adalah kaki tangan jaringan narkoba lintas negara.

Kemudian, dua lainnya masing masing Andriandi alias Aan alias Ani (28) dan teman lelakinya Relly alias Ipir alias Irel (32) yang merupakan warga asli Bukittinggi dan punya jaringan narkoba ke Malaysia.

Khusus nama terakhir, dirawat setelah kena tembak di bahagian pahanya. Kapolres menyebut, keempatnya sudah sejak dua hari ini dikejar kejar.

“Jadi mereka ini berasal dari Riau dan Bukittinggi. Mereka mensuplai sabu sabu dan ekstasi untuk Sumbar,” jelas Endras.

Minggu (16/12) malam lalu, polisi sudah memburu pelaku yang melintas di jantung Kota Payakumbuh. “Mereka lari ke Luhak, mobilnya ditinggal di sana. Mereka kabur naik gojek ke Bukittinggi,” terang Kapolres.

Sebelum melarikan diri, keempat tersangka sempat dikejar kejar ke dalam hutan. Bahkan, ¬†mobilnya tabrakan dengan mobil polisi. “Lewat aplikasi gojek, kita telusuri keberadaan pelaku, akhirnya terdeteksi di Bukittinggi,” ulas Endrastyawan.

Pengejaran ini berlanjut sejak Senin hingga Selasa (18/12) siang. “Tadi siang, kami ke Bukittinggi. Menyisir pelaku, tapi tidak dapat. Ada alat bukti bong, pelaku sudah memilih hendak lari ke Riau,” imbuh Kapolres.

Lanjut cerita, aksi kejar kejaran antara polisi dan pelaku yang sebelumnya meminjam mobil di Bukittinggi, berlanjut hingga ke Payakumbuh.

“Mobil pelaku, kita tabrak di depan Mapolsek Payakumbuh di Kaniang Bukik, Payakumbuh Utara. Mereka ada empat orang, yang satu kabur masuk kolam. Kita tembak,” katanya.

Nah, sebelum ditembak petugas itu pula, pelaku sempat mencebur ke dalam kolam. “Pelaku ini kita duga memiliki senjata api rakitan. Dia sudah lama kita intai. Mereka pemain licin , susah nangkapnya,” jelas Kapolres didampingi Kasat Resnarkoba dan Kapolsek Kota Payakumbuh.

BAK FILM LAGA

Bak film laga saja, penangkapan jaringan narkoba Malaysia-Indonesia via jalur laut Riau dengan tujuan peredaran Sumatera Barat itu, diiringi dengan letusan senjata api dan kejaran kejaran di pemukiman penduduk.

Satu dari tiga tersangka, mencebur ke dalam kolam milik warga di belakang kios Pangkas Rambut Akbar, di depan Markas Polsekta Payakumbuh.

“Kaget saya pak, meledak ledak bunyi pistol. Keras. Tak bisa saya hitung, pokoknya banyak letusan¬† pistol,” kata Nofri, saksi mata yang baru 3 bulan membuka usaha pangkas rambut di sana.

Hingga tadi malam, polisi baru menemukan barang bukti 1 kantong besar mirip sabu sabu, serta puluhan butir ekstasi. “Diduga masih banyak di dalam kolam. Air kolamnya kita keringkan malam ini juga,” kata Kanit Narkoba Aiptu Ardiyanto, kepada Singgalang.

Ardiyanto mengaku, sudah lama menargetkan jaringan narkoba ini. “Mereka pasok sabu dan ekstasi ini untuk persiapan peredaran stok malam tahun baru,” jelas Ardiyanto.

Kapolres Payakumbuh, Endrastyawan memastikan, akan mengejar jaringan ini hingga ke akar akarnya. “Kami koordinasi dengan Polres tetangga, termasuk ke Riau sana,” demikian Kapolres.

Penangkapan keempat tersangka, menarik perhatian masyarakat. Kolam ikan yang hingga tadi malam airnya dikeringkan itu, dilingkari garis polisi.

Masyarakat berduyun duyun ke sana. Akses jalan Sumbar Riau di Payakumbuh, sempat macet beberapa jam.

Kepada Singgalang, salah satu tersangka membenarkan, membawa narkoba itu. Namun demikian, saat ditanya penyidik, mereka tidak mau koperatif berapa jumlah pastinya. (208

Loading...