Jalan Baru Sepanjang 29 KM Mulai Dibuka di Siberut Utara

  • Bagikan
Jalan di Mentawai. (antara)

MENTAWAI-Pemerintah terus berupaya untuk mengeluarkan Mentawai keluar dari daerah tertinggal. Salah satu langkah yang sudah dilakukan dengan membuka jalan sepanjang 29 KM yang terletak di Kecamatan Siberut Utara.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, mengatakan pembukaan jalan tersebut dimulai dari Dusun Terekan Hulu Sampai ke Sigapokna Labuan Bajau, Siberut Barat dan akan akan diteruskan ke Tiniti di barat daya nantinya.

Dengan telah dibukanya jalan tersebut, akan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Baik untuk peningkatan di bidang ekonomi, pendidikan dan juga kesehatan.

“Lima tahun yang lalu tidak ada motor yang bisa lewat di sini, sekarang sudah banyak hasil pertanian dan kebun masyarakat yang bisa dibawa. Selain itu ketika ada yang sakit lebih cepat bisa dibawa ke Muara Sikabaluan” sebutnya.

Ke depan, bupati berharap ada anggaran yang diberikan kembali untuk pengerasan jalan, sehingga kondisi diharapkan akan lebih baik.

“Saya selaku Bupati Mentawai, mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada Presiden, pemerintah pusat dan pemprov karena sudah sangat membantu Mentawai menjadi lebih baik” ucapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, dengan jalan ini sampai nantinya ke pelabuhan Labuan Bajau, maka akan mempermudah masyarakat membawa hasil pertanian dan kebun mereka, sehingga akan sangat menguntungkan.

“Selama ini yang menyebabkan ketertinggalan Mentawai karena infrasruktur jalan yang tidak ada” ungkapnya.

Nasrul Abit juga berharap ada perhatian kembali dari Presiden beserta jajaran kementerian, agar daerah tertinggal mudah dijangkau, yakni Simatalu yang terletak di Kecamatan Siberut Barat.

“Saya sudah kesana beberapa tahun silam, jalan kesana sangat sulit padahal di sana banyak perkampungan” terangnya.

Dia juga menjelaskan untuk Trans Mentawai bukan hanya di Siberut saja, namun juga Sipora, Pulau Pagai Utara dan Selatan, yang sebagain besar sudah dibuka, namun masih perlu pengerasan.

“Semoga dalam 2 atau 3 tahun kedepan, Mentawai bisa keluar dari deerah tertinggal” harapnya.

Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaludin menyebutkan langkah ini merupakan langkah untuk mengelurkan Mentawai dari daerah tertinggal.

Dengan adanya jalan ini, dia berharap masyarakat bisa menjalan aktifitas sehari hari akan lebih lancar dan akan lebih baik.

“Harapan selesai tahun ini 29 KM, kemudian akan kita upayakan lagi segmen di tempat lain” ungkapnya.

BIRO HUMAS SUMBAR

  • Bagikan