Isteri di Pasbar Dibacok Suami Hingga Luka Parah

Pelaku pembacokan

SIMPANG AMPEK – Seorang suami di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) tega membacok istrinya hingga mengalami luka serius menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (6/3) sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di rumah korban yang berada di Jalan KKN, Jorong Kampung Pasir, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman. Kejadian itu sontak menggegerkan warga sekitar yang sedang bersiap menyambut waktu berbuka puasa.

Korban diketahui bernama Erlina (43), sementara pelaku adalah suaminya sendiri, inisial AS (48) yang berprofesi sebagai pedagang. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Anak korban, Yamil Fauzi Nasution (25), mengatakan peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba di rumah korban. Saat kejadian, kondisi sekitar sedang ramai karena warga bersiap untuk berbuka puasa.

Baca Juga  Ribuan Warga Padang Ikuti Senam Paru Sehat dan Edukasi Kanker Paru

Yamil mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya sebenarnya sudah lama tidak tinggal serumah. Keduanya diketahui telah berpisah tempat tinggal sekitar enam bulan terakhir, meskipun secara hukum belum resmi bercerai di pengadilan.

Menurutnya, sang ayah tinggal di Jorong Batang Haluan, Nagari Lingkuang Aua. Sementara korban menetap di rumahnya di Jorong Kampung Pasir bersama tiga anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Setelah kejadian, korban segera dilarikan oleh keluarga dan warga ke Rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis akibat luka yang dideritanya.

Baca Juga  Tingkatkan Solidaritas, Ketua PWI Sumbar Resmi Dilantik

Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian warga sekitar yang merasa terkejut dengan aksi kekerasan yang terjadi menjelang waktu berbuka puasa di kawasan permukiman tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Polres Pasaman Barat disebut telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan tengah melakukan penelusuran lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, IPTU Fuat Habib Alfafsi, saat dikonfirmasi Harian Singgalang melalui telepon selulernya terkait kronologis kejadian serta status pelaku, belum memberikan keterangan resmi. Hingga lebih dari 24 jam sejak konfirmasi dilakukan, pihak kepolisian belum menyampaikan pernyataan terkait penanganan kasus tersebut. (fat)