Padang  

Ini Lima Tempat Bersejarah di Sumatera Barat

Istano Basa Pagaruyung. (yusnaldi)

Sumatera Barat bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, seperti hamparan pantai, gunung, dan danau, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang kaya. Berbagai bangunan bersejarah masih berdiri kokoh hingga saat ini, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan percampuran budaya lokal dengan pengaruh kolonial.

Tempat-tempat ini bukan hanya sekadar bangunan tua, melainkan warisan yang memiliki nilai budaya, arsitektur, dan sejarah yang tinggi. Melalui peninggalan-peninggalan tersebut, kita bisa melihat bagaimana Sumatera Barat pernah menjadi pusat perdagangan, pemerintahan, dan interaksi budaya pada masa lalu. Berikut adalah beberapa Tempat Bersejarah di Sumatera Barat.

1. Padangsche Spaarbank

Bangunan ini terletak di JL. Batang Arau, K pondok, Kec Padang Barat. Kota Padang, Sumatera Barat. Salah satu bangunan bersejarah di kota Padang, bangunan ini dibangun pada masa kolonial Belanda dan berfungsi sebagai Bank tabungan masyarakat. Sebuah wilayah yang masih menyimpan banyak jejak arsitektur Eropa Klasik, keberadaan bangunan ini mencerminkan bagaimana kota Padang dahulu menjadi pusat perdagangan dan perekonomian yang penting di pantai Barat Sumatera.

Sekarang Padangsche Spaarbank sudah menjadi Cafe yang estetik dan makanan yang beragam dengan harga yang sesuai dengan suasana yang kita dapatkan ketika berada di cafe nya.

2. Rumah kelahiran Bung Hatta

Rumah kelahiran Bung Hatta adalah sebuah tempat bersejarah yang menjadi tujuan wisata di kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebagai tempat kelahiran Mohammad Hatta, rumah ini memiliki signifikasi historis karena menjadi tempat dimana Hatta dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya. Lokasi mudah dijangkau dari pusat kota dan hanya bergerak sekitar 10 menit dari jam gadang.

Baca Juga  Christian Rudy Serap Aspirasi Warga Sawahan Timur, Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Dukungan UMKM

Rumah ini didirikan sekitar tahun 1860-an dan menggunakan struktur kayu yang terdiri dari bangunan utama, pavilion, lumbung padi, dapur dan kandang kuda serta kolam ikan. Bangunan utama berfungsi untuk menerima tamu, ruang makan keluarga, dan kamar ibu, paman, dan kakek Bung Hatta sedangkan pavilion berfungsi sebagai kamar tidur Bung Hatta.

3. Balaikota Padang

Gedung Balaikota lama Padang adalah bangunan berarsitektur kolonial peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang terletak di Jalan Mohammad Yamin (sebelumnya Jalan Raaffweg pada masa kolonial Belanda), Kota Padang, Sumatera Barat. Letaknya berhadapan dengan Plein van Rome (kini Lapangan Imam Bonjol) dan dikelilingi oleh berbagai pusat perkantoran pemerintahan pada masa kolonial. Gedung ini masih ditempati sebagai kantor untuk Wali Kota Padang sebelum dipindahkannya pusat pemerintahan Kota Padang ke Air Pacah pada 2013.

Kini, meskipun tidak lagi difungsikan sebagai pusat pemerintahan, gedung ini tetap menjadi salah satu ikon bersejarah yang menarik perhatian wisatawan maupun peneliti sejarah. Kehadirannya tidak hanya memperlihatkan nilai arsitektur yang megah, tetapi juga menghadirkan suasana nostalgia tentang kehidupan masyarakat Padang pada masa kolonial. Sebagai warisan sejarah, Gedung Balai Kota Lama Padang patut dijaga dan dilestarikan agar generasi mendatang tetap dapat menyaksikan jejak peradaban kota yang kaya akan nilai budaya.

4. Masjid Raya Gantiang

Bangunan Mesjid Raya Gantiang ini memiliki gaya arsitektur timur tengah dan Eropa awalnya dibangun sangat sederhana pada tahun 1790. Bangunan dibuat dari bahan kayu atau atap dari Rumbia. Atas prakarsa dari tokoh masyarakat setempat yaitu Angku Gapuak (saudagar), Angku syeh Haji Uma (tokoh masyarakat) dan Angku Syeh kepala koto (ulama) bersepakat untuk membangun masjid yang lebih baik lagi pada tahun 1805. Masjid didirikan di atas tanah wakaf dari suku masyarakat Chaniago dan biayanya diperoleh dari para saudagar yang berasal dari Padang, Sibolga, Medan, Aceh dan ulama Minangkabau.

Baca Juga  Genjot PAD, Bapenda Padang Monitoring Objek Pajak

Sebagai salah satu masjid bersejarah, Masjid Raya Ganting tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang masyarakat Minangkabau. Hingga kini, masjid ini masih aktif digunakan oleh jamaah sekaligus menjadi destinasi religi dan budaya yang ramai dikunjungi wisatawan. Keberadaannya mengingatkan bahwa Sumatera Barat memiliki warisan spiritual dan budaya yang sangat berharga untuk dilestarikan.

5. Istano Basa Pagaruyung

Istano Basa Pagaruyung merupakan salah satu ikon budaya Minangkabau dan juga tempat bersejarah yang terletak di Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana megah ini dulunya adalah pusat pemerintahan Kerajaan Pagaruyung, kerajaan besar yang pernah berjaya di ranah Minang. Dibangun kembali dengan arsitektur khas rumah gadang, istana ini memiliki atap gonjong yang menjulang tinggi, ukiran kayu yang penuh makna filosofis, serta susunan ruang yang mencerminkan adat dan tatanan kehidupan masyarakat Minangkabau.

Selain menjadi simbol kejayaan kerajaan, Istano Basa Pagaruyung kini berfungsi sebagai objek wisata sejarah dan budaya yang ramai dikunjungi wisatawan. Di dalamnya tersimpan berbagai koleksi benda bersejarah, pakaian adat, hingga replika peninggalan kerajaan yang menggambarkan kehidupan bangsawan Minangkabau tempo dulu.(Dikra/mahasiswi Upgrisba)