Padang  

Ini Lima Masjid Ikonik di Sumatera Barat, Wajib Dikunjungi

Ribuan masyarakat berebut gula yang dilemparkan dari atap mesjid, saat mengikuti tradisi Serak Guli di depan Masjid Muhammadan di kawasan Pasar Batipuh, Padang Selatan, beberapa waktu lalu. (givo alputra)

Sumbar merupakan daerah dengan mayoritas penduduk beragama islam, banyak Masjid di berbagai daerah menjadi ikon daerah terseebut, seperti Masjid Raya Sumatera Barat yang menjadi ikonik dengan desain yang mirip rumah gadang, memancing para pegunjung berdatangan ke masjid tersebut. Selain di pusat kota sumbar masih memiliki banyak masjid yang menjadi ikunik daerahnya. Berikut 5 masjid yang menjadi ikonik di Sumbar.

 

  1. Masjid Raya Sumatera Barat Padang

Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat di Kota Padang bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga sebuah karya seni arsitektur yang memadukan nuansa modern dengan budaya Minangkabau. Bangunannya tampak unik karena tidak memakai kubah, melainkan berbentuk menyerupai rumah gadang yang menjulang anggun dengan ukiran khas Minang di sisi-sisinya. Sejak diresmikan, masjid ini selalu menjadi pusat perhatian, bukan hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga wisatawan yang datang untuk menikmati keindahannya sekaligus merasakan suasana religius yang hangat.

Bagi warga Sumatera Barat, masjid ini sudah seperti rumah kedua, tempat berkumpul di momen-momen penting seperti Ramadan atau Idul Fitri. Dengan ruang yang luas dan pencahayaan modern, jamaah bisa beribadah dengan lebih nyaman. Kehadirannya bukan hanya menambah daftar destinasi wisata religi, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Minang—sebuah bukti bahwa nilai adat dan syariat bisa berpadu dalam satu bangunan yang indah dan penuh makna.

2. Masjid Muhammadan Padang

Masjid Muhammadan di Kota Padang bukan hanya tempat ibadah, tapi juga bagian dari perjalanan panjang sejarah di pesisir barat Sumatera. Dibangun pada tahun 1843 oleh para pedagang India Muslim, masjid ini punya daya tarik tersendiri lewat arsitektur bergaya India dan Timur Tengah yang masih terawat sampai sekarang. Letaknya yang berada di kawasan Kota Tua Padang membuat suasana di sekitarnya terasa kental dengan nuansa masa lalu, seolah mengajak kita menelusuri jejak perdagangan dan peradaban yang pernah hidup di sana.

Baca Juga  Diresmikan Edison Dt Rajo Indo, Warga Sudah Bisa Shalat Jumat di Masjid Amanah Al-Mubarak

Hingga kini, Masjid Muhammadan tetap berdiri anggun dengan sentuhan klasik yang menenangkan. Banyak orang datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk melihat lebih dekat warisan sejarah yang masih kokoh di tengah kota. Bagi masyarakat setempat, masjid ini adalah simbol iman sekaligus kebanggaan, sementara bagi pengunjung, ia menjadi bukti bahwa keindahan arsitektur dan nilai budaya bisa menyatu dalam satu bangunan yang penuh makna.

3. Masjid Asasi Sigando Padang Panjang

Masjid Asasi Sigando di Padang Panjang adalah salah satu masjid tertua di Minangkabau yang masih kokoh berdiri hingga sekarang. Dibangun sejak abad ke-18, masjid ini sudah menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus tempat lahirnya tradisi surau yang begitu lekat dengan kehidupan masyarakat Minang. Bentuk bangunannya sederhana, dengan atap bertingkat khas Minangkabau, tapi justru itulah yang membuatnya terasa hangat dan sarat makna. Setiap sudut masjid seakan menyimpan cerita panjang perjalanan dakwah Islam di ranah Minang.

Hari ini, Masjid Asasi Sigando tidak hanya dipenuhi jamaah, tapi juga sering dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan langsung nuansa sejarahnya. Suasana religius berpadu dengan kearifan lokal menjadikan masjid ini lebih dari sekadar tempat ibadah—ia adalah simbol kebanggaan warga Padang Panjang. Kehadirannya seolah mengingatkan kita semua bahwa Islam dan adat Minangkabau sudah lama berjalan berdampingan, membentuk harmoni yang tetap hidup sampai sekarang.

 

4. Masjid Bengkudu Agam

Masjid Bingkudu di Kabupaten Agam adalah salah satu masjid bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga hari ini. Dibangun pada abad ke-18 oleh Syekh Burhanuddin, ulama besar penyebar Islam di Ranah Minang, masjid ini punya nilai penting yang tak ternilai. Bangunannya sederhana, dengan atap bertingkat khas Minangkabau dan tiang-tiang kayu tua yang tetap kuat menopang sejak ratusan tahun lalu. Saat melangkah masuk, kita seakan dibawa kembali ke masa lalu, menyaksikan jejak dakwah Islam yang tumbuh dari tanah Minangkabau.

Baca Juga  Banjir Sudah Bertahun-tahun Rendam Masjid Kotobaru

Kini, Masjid Bingkudu tak hanya jadi tempat ibadah, tapi juga ruang yang menghadirkan ketenangan sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Agam. Banyak orang datang, baik untuk shalat maupun sekadar menikmati nuansa klasik yang masih terjaga. Bagi warga sekitar, masjid ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan warisan berharga yang terus hidup dari generasi ke generasi, mengingatkan bahwa Islam dan budaya Minang telah berjalan bersama sejak berabad-abad silam.

 

5. Masjid Raya Ganting Padang

Masjid Raya Ganting di Kota Padang adalah salah satu masjid tertua yang penuh cerita di Sumatera Barat. Berdiri sejak awal abad ke-19, masjid ini bukan hanya tempat beribadah, tapi juga saksi bisu perjalanan Islam di pesisir barat Sumatera. Arsitekturnya unik, memadukan sentuhan Minangkabau, Eropa, dan Timur Tengah, membuat siapa pun yang datang bisa merasakan perpaduan budaya dalam satu bangunan yang anggun sekaligus bersejarah.

Sampai hari ini, Masjid Raya Ganting tetap hidup sebagai pusat kegiatan masyarakat. Jamaah datang setiap hari, sementara wisatawan pun kerap singgah untuk melihat lebih dekat keindahan dan nilai sejarah yang dimilikinya. Bagi warga Padang, masjid ini lebih dari sekadar bangunan tua—ia adalah simbol persatuan, kebanggaan, dan pengingat bahwa iman serta budaya bisa berjalan berdampingan dari masa ke masa. (faisal/mahasiswa Upgrisba)