IKTD Kabupaten Bungo Gelar Silaturahmi

Bupati Eka Putra dan Bupati Bungo H. Dedy Putra. (ist)

BATUSANGKAR -Perantau Luak Nan Tuo dengan wadah Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Bungo, Jambi menggelar silaturahmi.

Pertemuan kekeluargaan ini diikuti Bupati Eka Putra dan Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra dan beberapa pimpinan OPD, serta Bupati Bungo H. Dedy Putra beserta Isteri dan Forkopimda Kabupaten Bungo, seperti disadur dari rellis Prokopim Setdakab.

Eka Putra mengatakan kehadirannya bersama rombongan memenuhi undangan IKTD Bungo bukan sekadar ingin bersilaturahmi dengan perantau IKTD dan Pemerintah Kabupaten Bungo, namun lebih dari itu ada ikatan batin yang kuat antara masyarakat Tanah Datar dan Bungo.

“Secara geografis, Sumatera Barat dan Jambi, khususnya Bungo adalah wilayah yang bertetangga. Selain itu, banyak warga kami yang telah lama menetap di sini, bahkan sejak generasi sebelumnya. Tidak sedikit yang berasal dari Tanah Datar, yang kemudian merantau dan menetap di Bungo. Untuk itu atas nama seluruh warga masyarakat Tanah Datar yang ada disini kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Bungo yang telah menerima warga kami disini dengan baik,” ujar Eka Putra.

Baca Juga  Pengurus dan Bundo Kanduang IKTD Pekanbaru Dikukuhkan

Bupati berharap agar perantau Tanah Datar yang menetap di Bungo masih tetap menjaga dan mempertahankan adat dan budayanya sebagai orang Tanah Datar dikenal memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Eka Putra menitipkan seluruh perantau asal Tanah Datar yang berada di Kabupaten Bungo pada Pemerintah Daerah setempat.
​
Menurut Ketua IKTD Kabupaten Bungo Hardius acara ini digelar bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar warga Tanah Datar yang berada di Kabupaten Bungo dengan Pemerintah Kabupaten Bungo dan juga Kabupaten Tanah Datar.

Dikatakan Hardius saat ini warga Tanah Datar yang tinggal di Bungo sekitar 800 KK lebih dengan berbagai profesi, mulai dari pedagang, pegawai dan berbagai profesi lainnya.

Baca Juga  17 Orang Positif Covid-19 di Tanah Datar

Sementara, Bupati Dedy Putra mengatakan di Bungo penduduknya bercampur dari berbagai suku yang ada di Indonesia (heterogen). Mulai dari penduduk asli Bungo, Minang, Jawa, Batak dan ada beberapa suku lainnya.

“Kami sangat terbuka, siapapun boleh tinggal dan menetap disini, yang terpenting bagi kami situasinya aman, nyaman dan tenteram dan bisa berkontribusi untuk kemajuan dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Dedy katakan bahwa Pemerintah Daerah Bungo terbuka untuk para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Bungo.

Ditambahkannya, Pemkab Bungo juga tidak pernah membeda-bedakan suku yang satu dengan yang lainnya, semuanya diperlakukan sama, termasuk warga Tanah Datar yang berada disini.  (ydi)